Kali ini aku bingung harus memulai kata dari mana?
Entahlah aku harus memulai cerita dari apa nih...
Mungkin kalian semua pernah dan sedang “bersahabat”, ya katanya manusia kan mahluk sosial jadi hidup mereka akan selalu berhubungan satu sama lainnya,iya gak sih?
Makanya cerita kali ini mungkin seperti itulah kurang lebihnya,tapi kali ini aku ingin bercerita tentang pertemanan melalui teknologi alias “dunia maya”.
Sebenarnya aku bukan orang yang terlalu suka dengan teknologi tapi juga aku bukan orang yang anti dengan teknologi,jadi ya kalau memang diperlukan aku menyukainya.
Sepertinya aku konservatif ya ?
Rasanya sih gak juga,aku sangat terbuka dengan teknologi dan aku orang yang mau belajar walau aku tidak terlalu menyukainya.
Demikian pula dengan pertemanan melalui “dunia maya”,aku sangat tidak tertarik pada awalnya mulai dari friendster hingga sekarang mulai ada google plus,aku masih belum mengerti kelebihannya kalau boleh aku jujur.Tapi kalau aku ikut masuk ke bagiannya mungkin lebih karena lucu lucuan aja.
Kok bisa?
Ya bisa ajalah,orang nyatanya aku bisa.
Sebenarnya aku juga gak tau bagaimana aku bisa jadi bagian pertemanan dengan hal ini.Awalnya sih karena ada yang bikin aku terlibat didalamnya.Maksudnya gimana sih?
Awalnya mungkin karena sepupuku berpikir kalau aku memang sedikit “apatis” dengan hal ini jadi dia iseng buat pertemanan atas namaku tanpa sepengetahuanku,mungkin biar aku sedikit narsis kali he he he he
Males banget waktu tau aku ada dalam bagian itu,ihhh apa apaan sih (gak lucu banget) kalau aku pikir,waktu aku lihat teman teman yang jadi temannku kan orangnya setiap hari aku ketemu juga,ngapain juga harus ngobrol tanpa lihat muka terus komentar komentar segala toh tadi atau kemarin bahkan nanti atau lusa aku pasti ketemu mereka.Rasanya gimana gitu lihat hal itu pertama kali,mungkin aku orang yang lebih suka dengan hal hal yang langsung bisa aku temui alias “real”.
Padahal kalau dilihat lihat,dengan semakin canggihnya teknologi dan perkembangannya yang semakin pesat,banyak hal yang menjadi resiko dari hal itu.
Mungkin kalau diperkotaan dan orang yang berpikiran “modern”,hal tersebut mungkin sangat banyak membantu.Di kala waktu buat mereka semakin sedikit dan “terlalu berarti”untuk sekedar berbicara dan mengobrol,karena entah pekerjaan atau aktivitas lain yang banyak menyita waktu. Pertemanan atau komunikasi melalui dunia elektronik sangat berarti,mungkin saja.
Tapi bagaimana dengan mereka yang tinggal di pedesaan?
Hmmmm...
Rasanya dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat,hal itu tidak lagi menjadi halangan untuk sebagian orang yang tinggal di pedesaan yang memang memiliki akses tersebut.
Seperti “facebook” dan pertemanan sejenisnya saja,sudah tidak lagi menjadi dominasi orang diperkotaan atau milik segelintir orang saja.Toh, kenyataannya “teknologi” sekarang begitu mudah dimiliki oleh siapapun yang menyukainya. Seperti halnya dengan “telepon selular”, hal itu bukan lagi suatu hal yang baru atau aneh dengan perkembangan jaman sekarang ini.Setiap individu bisa memiliki akses tersebut dengan mudah.
Demikian halnya dengan “pertemanan melalui teknologi” sepertinya bukan lagi sebuah hal yang aneh ditambah dengan kemudahan akses “internet” yang begitu mudah ditemui hingga daerah pelosok yang telah di masuki jaringan canggih tersebut.
Sekarang yang menjadi permasalahannya bukan lagi akses yang bisa di jangkau tapi apakah dampak dari hal tersebut.
Bukankah akan ada “resiko” dari setiap hal yang terjadi dalam hidup ini.
Ketika aku menulis hal ini pun aku masih berpikir,bagaimana mungkin pertemanan melalui dunia “elektronik” atau apapun namanya,bisa menggantikan sebuah “pertemanan” yang sesungguhnya.
Bukankah ketika kita berbicara dan mengobrol bersama “sahabat” langsung dengan adanya “kontak fisik” dan melihat langsung reaksi serta bahasa tubuh mereka,rasanya hal tersebut yang membuat mereka tampak nyata “ada” dan “bersama” kita.
Tapi,bagaimana “facebook,twitter,google plus dan friendster sebagai pendahulunya bisa mengalahkan semua hal tersebut.
Aku masih belum bisa mengerti.
Dan ketika aku menjadi bagiannya pun aku masih belum mengerti.
Satu hal yang aku fahami adalah “mereka” sepertinya lama kelamaan menimbulkan “kecanduan”.
Terkadang mereka “menghabiskan” waktu kita secara tidak sadar,membuat kita tersenyum membacanya dan membuat kita asyik masuk kedalamnya dan akhirnya terlalu “asyik” dengan diri kita sendiri.
Apakah memang sekarang “sulit” memiliki waktu untuk bisa berinteraksi langsung dengan “sahabat” atau “teman” seperti layaknya “pertemanan”.
Hmmm....Sepertinya iya...
Rasanya aku pernah merasakan hal itu,ketika aku merasa asik dengan mereka dan orang disekitarku tidak lagi menjadi “penting”.Bahkan,mempunyai “teman” baru yang belum pernah aku temui dan aku ketahui.Berinteraksi tanpa “kontak fisik”.Berbicara tanpa melihat “reaksi” lawan bicara.Sepertinya aku mengalami itu semua tapi aku tak bisa “merasakannya”.
Mungkin,ketika waktu semakin cepat berputar,aktivitas yang terkadang banyak menyita,semakin membuat kita merasa “hampa”.
Dan karena manusia pada dasarnya memang “mahluk sosial” secara naluri ia membutuhkan “pertemanan” sebagai bukti “aktualisasi diri” dan “eksisitensi” sebagai manusia.
Entah itu “pertemanan” dalam arti yang sebenarnya atau hanya “pertemanan” yang entahlah bisa di artikan sebagai apa.
Satu hal yang pasti, ketika ia menjadi bagian kita jangan pernah membuat ia menjadi sebuah “kecanduan” yang membuat kita tergantung pada dirinya.
Jadikanlah ia hanya sebuah wacana “melihat” sesuatu dari sudut pandang lain saja.Sebuah kecanggihan teknologi yang bisa kita ambil bagian positipnya tanpa membuat kita tertinggal olehnya,tapi tetap memiliki "kearifan" tersendiri.
“Entahlah....”
Ini hanyalah sebuah “pemikiranku” tanpa bermaksud memberi “opini” toh aku juga ada dalam bagian itu...so enjoy ajalah...
Media Social Network memang kurang asik kalo yang ditemuin di net ya itu juga yang di delta. Media ini akan sangat bermanfaat untuk kita yang sekarang terpisah jarak dengan sahabat-sahabat lama (juga yg baru), baik itu teman kecil, teman sekampung, teman studi atau teman komunitas…..silaturahim tetap terjaga dengan melihat aktivitasnya meski dengan media elektronik saja. Dan media itu juga telah ‘mempertemukan’ kita. Senang dengan tulisan-tulisan Dilis…..
ReplyDeletewaduh tersanjung deh ma pujiannya mas iman nih...makasih ya..tp mas lebih hebatlah aku kan pemula he..xx jgn m koment yg bagus yah...koreksinya jg ditunggu he..xx
ReplyDelete