Labels

Showing posts with label Perasaankah??. Show all posts
Showing posts with label Perasaankah??. Show all posts

Wednesday, 2 January 2013

Tanpa Judul 1...

Rasa?
Perasaankah...

Kata-kata yang tak pernah bisa aku mengerti
Kucoba mencari dalam kumpulan kata-katapun,tak kudapatkan.
Padahal begitu banyak kata-kata yang ada didalamnya tersimpan.

Mengapa begitu sulit aku mendapat arti dari kata-kata itu
Kemana lagi aku harus mencari dan bertanya pikirku
Akhirnya aku memberanikan diri bertanya pada guru hatiku.

Apa yang sedang kau cari tanya guru hatiku lembut?
Dengan tersipu malu aku mencoba merangkai kata demi kata.

Emm…mengapa saya tak pernah bisa mengerti apa itu rasa,guru?

Dengan senyum bijaknya ia hanya tersenyum dan terdiam.
Jangan pernah kau coba mengerti tapi rasakan saja pintanya!
Rasakan….?
Aku kembali bertanya,dan ia hanya tersenyum...


(Aku....2007)

Monday, 5 September 2011

Kesombongan Diri


Betapa bangganya ketika semua orang menyanjungmu.Dan betapa begitu berharganya ketika orang menganggapmu ada seperti apa yang kau inginkan.Rasa itu seperti membawamu terbang mungkin sampai ke langit ketujuh ha ha ha ha.Perasaan apakah itu?

Dan kali inipun aku melihatnya,seseorang begitu sangat manis tersenyum ketika merasakan hal tersebut.Bahkan bisa membuat orang melakukan apa saja agar bisa merasakannya lagi,dan mungkin lagi.”Hmmm....betapa manisnya senyum itu dan betapa baiknya yang dilakukannya,”terkadang aku berpikir seperti itu.
Banyak orang ingin mendapatkannya dan melakukan banyak hal untuk bisa menjadi seperti itu.Rasa itu begitu melekat ketika engkau berusaha mendekatinya.Ia akan menempel erat layaknya benalu yang menempel pada inangnya.Sekali engkau mengenalnya, betapa berat usaha yang akan kau lakukan untuk melepasnya.Terlalu berat....

Ia layaknya seorang raja yang memiliki segalanya dan enggan untuk menuruni tahtanya.

Engkau akan tersihir oleh semua pesona yang ditimbulkannya,seakan engkau adalah pemilik tunggal kehidupan ini.”Rasa itu mengikat erat dirimu bagai belenggu yang tak engkau sadari.”Belenggu itu tak akan pernah bisa lepas walau engkau memiliki kunci pembukanya.Meskipun engkau sang kunci itu sendiri.
Melihatmu berada dalam dirinya,seringkali membuatku teringat kembali hal-hal di masa lalu.Teringat kembali masa-masa engkau mendapatkan kebahagiaan itu!
Kebahagiaan itu membuat engkau ingin dimiliki.

Sepertinya engkau memang sengaja ingin dimiliki,bahkan oleh semua orang.Engkau membuat seseorang berdiri terlalu tegak bahkan dengan dagu yang terlampau tinggi mendongak keatas.Sampai-sampai tak bisa lagi menunduk kebawah,bahkan untuk melirik kesamping kiri bahkan kanan terlalu sulit.Betapa menderitanya....

Membayangkannya saja untukku terlalu sulit,apalagi sampai merasakannya.Semoga aku tak pernah bermimpi untuk mendapatkannya bahkan untuk mendekatinya sekalipun.

Tapi aku tak tau apakah aku bisa?Karena engkau selalu berusaha mendekati siapapun bahkan diriku ini.Begitu banyak cara yang bisa engkau lakukan agar aku dan dirinya mengenalmu dan kemudian berada bersamamu.Sepertinya engkau memiliki berbagai macam rupa untuk bisa mengelabui kami,walau kami mengenal satu rupamu akan ada rupa-rupa barumu yang tak akan kami ketahui sampai kami menyadarinya.Terkadang kami sering kali terlambat untuk mengenalimu,terlebih topeng-topengmu begitu sangat indah terlihat.Membuat kami tidak pernah sedikitpun merasa tertipu olehmu.Terlalu indah untuk bisa kami anggap itu dirimu!

Sepertinya engkau tak penah merasa lelah!

Tak adakah perasaan kecewa jika engkau tak berhasil mendapatkan dirinya?Atau mungkin engkau terlalu kecewa sehingga berusaha segenap tenaga agar dirinya dan aku ada dalam dirimu.Sepertinya engkau diciptakan tanpa rasa menyerah.Terlebih pesona yang kau ciptakan ketika seseorang mendekatimu dan akhirnya menempel  sangat erat.
Rasa yang kau ciptakan begitu kuat,seperti rasa pedas yang tak pernah membuat jera penikmatnya,hanya akan membuatnya ingin mengulang dan mengulang kembali.
Engkau akan selalu menyediakan  topeng baru yang lainnya dengan semua pesona bias dan kehampaan bahkan cenderung menyebarkan sensasi kebahagiaan yang”semu”.
Ya,kebahagiaan semu!
Karena engkau hanyalah kesombongan diri.

Monday, 29 August 2011

Perasaankah??

Aku tidak ingat pertama kali ku melihatmu dan kapan perasaan ini datang.Tapi aku tahu kapan kamu menghampiriku.Di tempat itu,ketika pertemuan itu terjadi dan engkau hadir disana.Sejujurnya aku tak ingat dan kenal engkau saat itu,tapi yang ku ingat dikemudian hari hanyalah hal yang kaulakukan saat itu.Ya,aku ingat ketika engkau menghampiriku dan bertanya sesuatu padaku dan kujawab sekenanya saja saat itu.Tak ada pikiran dan perasaan apapun saat itu.Dan ketika engkau berdoa dan membuatku tertawa saat berdoa ,itulah yang membuatku akan selalu teringat dirimu,kata kata doamu akan selalu kuingat,"bapa kami yang ada disana...,"Kata-kata itu akan selalu teringat dalam pikiran dan relung jiwaku,mengingatkanku ketulusan dan kepolosan dirimu dan mungkin kami berdua.Ketika kami tak tahu satu sama lain,tak ada pemikiran apapun dalam benak kami, hanya sesuatu yg tak tahu apakah itu yg mgkn menarik kami untuk saling mendekat dan tertawa bersama saat itu.Aku tertawa tanpa mengenalnya,apakah aku bahagia?

Dan semuanya berlalu...
Sampai kamu mengingatkanku kembali pada dirimu,seakan engkau menjadi magnet diriku.
Hari itu,dimana engkau bermain bola kegemaranmu dalam perlombaan tujuhbelas agustus beberapa tahun yang lalu.Entahlah,ada saja yang membuatku melihat detail dirimu.Aku melihatnya...ya melihatnya.Ketika kau bermain tanpa menggunakan sepatu bola kau copot sepatu kerjamu dan hanya menggunakan kaos kaki hitam.Hmmm....sepasang kaos kaki hitam terpasang jelas di kedua telapak kakimu yang lincah mempermainkan bola yang bundar.Tapi bukan itu yang membuatku memperhatikanmu,tahukah kamu ketika sepasang jempol kakimu menunjukkan dirinya diantara  hitamnya kaos kaki yg kau  pakai!Itulah yang menarik perhatianku.Dan kamu tampak sedikit terganggu tapi kemudian bisa menikmatinya.Ya,ku lihat kau menikmatinya.

Aku masih belum terlalu terganggu dengan dirimu saat itu,walau kau mencuri sedikit perhatianku.Kuakui tidak gampang mendapatkan perhatian dariku walau cuma sedikit apalagi ditambah aku belum mengenalmu."Siapa sih kamu...?pikirku saat itu.Tapi logikaku selalu mengacaukan perasaanku dan akhirnya aku melupakannya.

Ditempat itu pun aku mungkin bertemu dengannya atau malah mungkin satu bus dengannya.Tapi itu semua baru kemungkinan,kalaupun iya saat itu aku merasa sendiri."Karmel....,"membuatku tak melihat siapa siapa.Hanya sebuah buku yang akan mengingatkanku dan mungkin dirinya...

Hmmm....kau!
Ketika malam itu,disaat acara dan kuyakin engkau juga terlibat didalammnya.Aku yang hanya penggembira ada disana, tapi tak ada yang menarik buat diriku.Aku hanya mengobrol untuk menghabiskan waktu saja, dan tak tahu apa yang mereka lakukan.Tapi kamu....Aku melihat bagaimana kamu berusaha menjaga nyala oncor tetap terjaga dan itu yang malah menarik perhatianku padamu,entahlah kau tahu atau tidak kalau aku memperhatikan apa yang kau lakukan.

Engkau dan engkau...tak ada yang lain.
Tapi semua itu hanya perasaanku,tak pernah sedikitpun aku mengetahui perasaanmu.
Tak pernah satu katapun terucap dari bibir kecilmu yang rasanya ingin ku sentuh,agar aku bisa merasakan apa yang ingin kau katakan.

Dan aku yang hanya bisa membayangkan dirimu dan membiarkan dirimu berada dalam semua pikiranku dan mempermainkan logikaku.

Dimanakah perasaan itu...??


Sunday, 28 August 2011

Egoku

Terkadang muncul tanpa undangan,seperti hari ini ia hadir tanpa ku inginkan.Membuat aku tak berdaya melawan,menghancurkan semua yang telah aku rencanakan hari ini.Kenapa ia muncul saat ini?mungkin tak akan pernah bisa ku dapatkan jawaban yang memuaskan.
Seperti malam ini aku merasakan kehadirannya,terkadang aku tidak menginginkannya tapi di saat tertentu aku membutuhkannya.,kali ini aku menginginkannya setelah melewati hari-hari yang cukup melelahkan bagiku.Aku menunggunya....


Matahari pagi mulai memancarkan seberkas sinar kehidupan,setelah semalam aku menunggu kehadiranmu.Tapi bukan kamu matahariku,aku tetap menunggunya walau kemarin hingga sekarang tak juga ku merasakannya."Kemanakah dia...?"pikirku.Lelah....

Lampu jalan mulai tampak menghiasi sudut dan tepian kota ini,semilir angin malam pun kurasakan ikut menyertai semarak bias sinarnya.Aku tetap dengan langkah kakiku yang sepertinya tak ingin berhenti disini.Aku mencarinya dan masih mencarinya,aku merindu....

Duduk terdiam,tak sedikitpun aku berkata,tak sepatah kata yang bisa kukeluarkan dari bibir ini.Aku ingin kau yang membuatnya,seperti biasanya kau membuatku,merasakan kembali sensasi yang kauberikan.Aku mati,mati rasa,tak ada rasa....


Membayangkan kembali ketika engkau bersamaku dan berada dalam diriku,betapa dashyatnya gelora hidup yang kau berikan hingga membuatku melakukan banyak hal.Kau membuatku bersemangat dengan hidup dan membakar seluruh diri sampai aku tak bisa lagi mengendalikannya.Tak ada yang bisa melepaskanmu ketika kau masuk kedalam diriku,melebur dalam sukmaku dan mengalir bersama darahku.Dengan kamu aku bertahan hidup,mencintai hidupku,menyukai diriku,menerima semua yang ada di diriku tanpa koma,dan melakukan apa yang aku ingin lakukan.Tak ada yang bisa melarangku dan membuatku banyak berpikir tentang apapun.Aku hanya melakukan apa yang kau inginkan tak ada yang lain selain kamu.Dan anehnya aku menyukaimu,semua pesona yang kau berikan ketika kau menguasai diriku.Denganmu aku bisa melakukan hal-hal yang tak bisa ku mengerti bahkan logikaku tak pernah bisa bersahabat denganmu.Bertahun tahun aku membiarkanmu berada dalam diriku,menikmati semua sensasi dan rasa,tertawa bahkan mungkin menangis akibat bisikan dan keinginanmu dan aku tak pernah mau melepasmu.


Saat itu pun aku tak pernah mau membiarkanmu pergi dariku, tak pernah rela untuk kehilanganmu setelah apa yang kau berikan untukku.Walau denganmu banyak yang tersakiti,terluka,terintimidasi,dan bahkan memendam amarah.Tapi aku merasakan sebuah kehidupan dan tetap bisa berdiri tegak dikala aku merasakan kesendirian,kesepian,bahkan mewujudkan semua mimpi-mimpiku.Banyak orang yang membencimu bahkan menghindarimu,tapi buatku aku tetap membutuhkanmu untuk tetap dapat bertahan hidup.Kau adalah egoku yang akan selalu ada dalam diriku,menciptakan semangat dan keinginan dalam diriku agar aku tetap bisa merasakan arti hidup.Tapi aku tak akan membiarkanmu sendiri sekarang,aku akan mencarikan teman yang bisa menyeimbangkanmu,menjadi patner yang bisa membuatku lebih berarti lagi.Dan aku harus menghadirkannya untuk membuatku lebih bijak bersama egoku......