Labels

Showing posts with label serba serbi deh. Show all posts
Showing posts with label serba serbi deh. Show all posts

Tuesday, 23 September 2014

Tanpa Judul

     Pertama kali naik gunung seperti halnya pengalaman kita belajar sesuatu. Seperti pertama kali kita belajar naek sepeda, ada rasa takut pastinya begitu mendominasi tetapi keinginan untuk mengetahui gunung seperti apa menjadi penyeimbangnya . Begitu banyak hal yang mengejutkan dan menjadikannya sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Dan setiap gunung mempunyai cerita dan sensasinya sendiri, tak ada yang sama dalam setiap petualangannya.

Gunung gede adalah gunung pertama yang membuat saya jatuh cinta dengan semua sensasinya. Saya belajar filosofi dari sebuah gunung dan merasakan seperti menemukan diriku. Bagaimana gunung bisa mengajarkan  kita untuk menemukan arti sahabat, dan mengajarkan untuk tidak menyerah dengan keadaan saat kita merasa sudah kelelahan dan merasa tak berdaya ditengah perjalanan. Berusaha membuat kita kembali ingat akan mimpi dan tujuan awal dari sebuah pendakian, seperti mengingatkanku akan tujuan hidupku sendiri. Intinya gunung membuat penikmatnya, mengerti mengapa mereka mau mendaki sebuah gunung.

    Banyak cerita yang menyertaiku selama mendaki gunung mulai dari cerita lucu, bahagia, sedih, dan menegangkan. Mulai dari pengalaman pertamaku berjalan sambil tidur saat mendaki gunung gede, dan saat temanku merasa jantungnya akan meledak karena kelelahan. Ini menjadikan aku mengerti bahwa mendaki gunung adalah bagian dari olahraga jadi pemanasan sangat penting bila kita akan mendaki sebuah gunung, kecuali jika memang kita sudah terbiasa olahraga setiap hari. Sangat dianjurkan bila kita akan mendaki gunung, beberapa hari sebelum pendakian lebih baik kita membiasakan diri dengan lari kecil (jogging) agar kaki tidak kram ( Ini pengalamanku saat mendaki gunung gede untuk pertama kali).

    Dan setiap gunung mempunyai karakter sendiri seperti halnya manusia, tidak ada gunung yang sama persis. Misalnya ada gunung yang mempunyai lintasan atau trek yang tidak dominan, seperti ada trek berpasir dan berbatu sekaligus dengan tanjakan curam langsung atau malah ada gunung yang sangat landai diawal tetapi saat menuju puncak lintasan atau trek langsung menanjak curam. Seperti saat aku mendaki gunung semeru dan rinjani atau merapi, gunung tersebut mempunyai kesamaan trek pasir sangat mendominasi saat menuju puncak. Walau sama ada beberapa hal yang membuat mereka berbeda dan ini yang menjadikan sebuah pendakian tidak pernah membosankan. Gunung selalu menyajikan nuansa “magis” yang membuat orang tertentu merasakan sebuah candu. Mereka seperti merasakan bahwa mendaki sebagai sebuah kerinduan, merasakan bagaimana rindu akan kebersamaan dengan teman teman saat mendaki bersama. Rindu akan keceriaan saat makan bersama dan bisa bersama mencapai puncak sebagai bonus pendakian. Bahkan rindu saat kami merasakan penderitaan bersama semisal saat kami kehujanan bersama, lapar bersama, dan saat bajuku kebasahan ( karena kesalahanku saat packing) hingga harus meminjam pakaian teman yang lainnya. Disitulah sebuah pendakian menjadi sebuah hal yang menurutku tak akan pernah terlupakan dan bagaimana pendakian membuat orang membantu tanpa harus mengenal terlebih dahulu. Dan membuatku belajar bagaimana packing yang baik dan benar, seperti kehidupan itu sendiri bagaimana kita menyusun agar tidak memberatkan nantinya he he .

    Pengalaman kehausan dan kehabisan logistik karena beberapa hal mengajarkan arti berbagi dengan tulus, karena saat kita pernah merasakan kehausan atau kelaparan kita akan mengerti hal tersebut dengan lebih baik.

    Terkadang teman yang baru kita kenal dapat menjadi sahabat yang menjaga kita juga. Pengalaman mendaki gunung merapi sendirian membuat aku berkenalan dengan beberapa orang yang tulus menjadi sahabat tanpa berpikir banyak hal. Bagaimana rian dkk begitu ramah dan tulus mengajakku yang sendiri mendaki,  bergabung bersama padahal kami tak pernah saling mengenal sebelumnya. Dan bang Tiran dkk di Humpa, yang begitu hangat menyambutku layaknya kawan lama saat mendaki gunung Tambora terlebih saat melihatku sendiri. Mereka benar benar menjagaku hingga puncak Tambora.

    Gunung buatku sebuah pengalaman sekaligus bonus kehidupan yang luar biasa. Bagaimana aku bisa memahami mengapa orang jaman dahulu melakukan ritual kepercayaan atau berdoa diatas puncak gunung. Jauh jauh mereka berdoa hingga berada diatas puncak gunung. Itu yang menjadi pertanyaanku dahulu dan kini aku mengerti jawabannya. Ketika kita merasakan perjuangan mencapai sesuatu, sepertinya kita lebih bisa menghargai hasilnya kemudian. Dan saat di atas puncak terkadang kita merasa lebih religius, saat memandang semua begitu kecil dari puncak dan membayangkan diri kita bagian dari kekecilan itu dan melihat kebesaran yang tersaji didepan. Tak ada sekat saat kita berada diatas puncak, sepertinya kita menghadap langsung kepada sang pemilikNya. Disitulah nilai religi sebuah gunung.

    Tapi dibalik semua hal yang indah dari sebuah gunung. Gunung juga mengajarkan banyak hal tragis. Saat mendaki gunung, walaupun kita mungkin pernah mendaki gunung lebih dari sekali jangan pernah meremehkan sebuah gunung. Berpikir seperti kita baru mendakinya pertama kali, karena terkadang kesombongan membuat kita membayar mahal hasilnya. Ketika kita merasa mendaki seperti pertama kali biasanya orang akan lebih berhati hati. Sehingga hal yang tidak diinginkan tidak terjadi misalnya tersesat atau hilang bahkan terjatuh.

    Hal yang terpenting yang harus dilakukan atau dimiliki bagi pendaki yang terutama adalah mental yang baik bukan nekat. Karena terkadang kita harus membuat keputusan yang menyangkut orang lain dan bahkan menentukan diri kita sendiri. Logika harus selalu berjalan dalam sebuah pendakian dan tim yang baik akan menghasilkan pendakian yang membawa semua anggota tim kembali dalam keadaan selamat bukan hanya sebuah bonus “puncak”. Pengetahuan menjadi sebuah hal yang mutlak dimiliki seorang pendaki, misalnya kita akan mendaki gunung ceremai sebaiknya kita mengetahui karakter gunung seperti apa dan apa saja yang kita butuhkan disana dengan medan yang nantinya kita tempuh. Jadi persiapan yang baik menjadi harga mati agar pendakian menjadi nyaman dan menyenangkan, karena kita sudah mengerti apa yang akan kita temui saat mendaki. Banyak referensi yang dapat dijadikan modal awal kita mendaki, entah dari teman, buku atau media sosial  dan teknologi yang berkembang. Peralatan pendakian standar wajib dimiliki oleh pendaki selain peralatan tambahan, tergantung karakter gunung yang akan kita daki. Karena untuk gunung tertentu ada beberapa peralatan khusus, seperti gunung es.

    Banyak pembelajaran yang aku dapat selama mendaki gunung, bagaimana keegoisan tidak berlaku disini! Seperti halnya kehidupan, gunung menjadi guru yang dapat menjadikan kita pribadi yang lebih baik. Selamat mendaki gunung.

Thursday, 31 January 2013

Untukmu Ibu...

Cukup...

Semuanya sudah lebih dari cukup,
Tak ada lagi petualangan petualangan,

Stop...

Tak lihatkah wajah lelah ibumu,
Lelah memikirkan dirimu dan aku,
Memikirkan semua egoisme diri kita,

Ibu...

Maafkan aku, maafkan kenakalanku,
Aku menyayangimu,
Sekarang aku menurutimu,
Terserah apa yang dirimu inginkan dari anak nakalmu ini,
Aku milikmu ibu...

Tak ingin waktuku yang tersisa bersamamu hilang sia sia,
Apa yang kau inginkan dariku ibu sayang?
Aku mendengarkanmu,
Terlalu sering dirimu mendengarkanku dan semua keinginanku,

Sekarang saatnya aku mendengarmu,
Tanpa bicarapun aku sudah mendengar ibu,
Ibuku sayang, aku mencintaimu...


Wednesday, 16 January 2013

Asrama Putri No.16....

Jangan berpikir kalau sekumpulan wanita berkumpul,pastilah tingkah laku yang kami lakukan semanis wajah kami. Itu pula yang terjadi pada kami semua. Sekumpulan wanita yang tinggal dalam sebuah asrama putri. Begitu banyak hal yang terjadi diluar pemikiran orang kebanyakan. Kalau kalian berpikir, ketika wanita dikumpulkan semua dalam satu tempat, pasti tempat itu akan seperti surga? Kalau pemikiran seperti itu yang ada, kalian akan kecewa dan salah besar!

Karena kenyataannya tidaklah seperti itu. Kami yang notabene adalah kumpulan wanita yang cantik dan manis malah seringkali melakukan hal hal yang tidak manis. Inilah kenakalan kami para kaum wanita. Jadi tidak hanya kalian para pria yang bisa melakukan kenakalan, karena ketika wanita berkumpul kami bisa lebih nakal daripada kalian...

Tapi mungkin ini semua karena kami tinggal dalam sebuah asrama putri dan seperti biasa, selalu ada aturan dalam sebuah asrama. Begitu pula kami, asrama putri no.16. Itulah alamat asrama putri tercinta kami. Sebuah asrama dengan 10  kamar tidur dengan satu lantai diatas terdiri dari 6 kamar tidur dengan kapasitas berbeda beda mulai dari 12 tempat tidur hingga 24 tempat tidur atas dan bawah dan 4 kamar dilantai bawah dengan kondisi kurang lebih hampir sama dengan diatas, satu ruang makan besar dan satu ruang bertamu sekaligus tempat kami menonton tivi dan belajar bersama sekaligus untuk tempat “kencan” he he he. Dan diasrama inilah kenakalan itu terjadi. Ditambah seorang ibu asrama yang sering kami sebut mami asrama, kebetulan mami asrama saat aku berada disini seorang ibu sekaligus nenek yang berusia sekitar 60  tahun dan terkenal “cerewet”.

Dan disini berlaku aturan secara turun temurun kalau seorang junior wajib menghormati senior. Jadi setiap junior bila melewati kamar dan bertemu senior wajib memberi salam dan bila melanggar siap menerima “konsekuensi”. Dan itulah seni asrama kami saat itu.
Mungkin aku tidak akan bercerita tentang aturan tadi, karena setiap asrama sepertinya hampir seperti itu he he he. Tapi kenakalan kami yang ternyata lebih berkesan dan menjadi kenangan saat bersama tadi.

Ada aturan tertulis dalam asrama kami bahwa kami boleh ijin menginap atau bermalam setiap sabtu malam atau sebulan sekali dan itu harus seijin “tertulis”. Dan aturan pertama ini yang sering kami langgar terlebih ketika kami menjadi senior, untuk junior pastilah hal yang sangat jarang dilakukan. Kemudian jam belajar atau nonton tivi, semua ada waktunya. Mulai jam 5 sore hingga jam 6 kami mendapat ijin keluar asrama dan kenyataannya seringkali hingga larut malam yang penting teman jaga piket asrama bisa di “lobi”. Karena kebanyakan yang datang sore keasrama adalah pacar dan teman yang pasti mengajak kami pergi keluar. Kecuali aku, aku kan anak manis jadi pemerhati saja  

Aku masih sangat ingat kalau jaman kami diasrama terdapat fasilitas telepon umum kartu dan koin, jadi tidak ada fasilitas handphone, hanya pager itu juga orang  tertentu yang memiliki. Dan telepon yang tersedia hanya dua buah, satu kartu dan koin. Dan bila malam minggu, kedua telepon tadi sepertinya pasti menjerit berteriak. Kenapa? Karena penyiksaan pasti akan dilakukan oleh kami sang penghuni asrama. Kalian pasti berpikir apa yang kami lakukan pada kedua telepon tersebut bukan? 
 
Pertama, kami pasti mengantri panjang dan penuh hingga sesak seperti ketika kami akan makan malah terkadang lebih parah. Urutan pertama antrian biasanya senior dan yang membuat telepon itu begitu berharga adalah kami bisa menggunakan fasilitas tadi dengan tidak mengeluarkan uang sepeserpun, kecuali telepon koin. Untuk telepon koin, kami harus bermodal satu koin untuk bisa bertelepon selama mungkin tapi area lokal yah. Mau tau caranya? Kasih tau gak ya??? Kayaknya gak usah juga toh telepon koin sudah sangat jarang ditemukan sekarang jadi gak ada untungnya juga he he he

Untuk telepon kartu, ini yang agak sedikit rumit karena harus pintar memainkan tangan mengutak atik kabel telepon. Rasanya seperti kami pemilik telepon rumah bila seperti ini, jangan dicontoh yah ha ha ha.

Jadi bisa dibayangkan kalau setiap hari senin pasti petugas telkom yang mengunjungi asrama kami pasti menemukan kondisi telepon yang sering rusak. Tapi itu yang sering berulang dan mencari pelakunya pastilah sulit karena pelakunya adalah kami semua, masak kami yang manis dan imut imut harus dilaporkan kepada petugas yang berwajib? Kan sayang sekali mending kami dijadikan teman saja 

Aturan selanjutnya adalah jam 7 malam adalah waktu belajar, jadi tak ada aktifitas selain belajar kecuali malam minggu. Itupun dibatasi malam minggu hanya sampai jam 11 malam selanjutnya bila televisi masih menyala, tugas mami asrama untuk membuat lampu shutt down tiba tiba. Dan hal ini yang paling tidak kami sukai terlebih jika kami sedang ramai ramai menonton acara televisi yang seru dengan pemain yang cute. Aku sih anak manis jadi manis jugalah tingkah lakunya he he he

Jadi biasanya bila lampu sudah dimatikan oleh mami asrama berarti kami bubar jalan, tapi kenyataannya kami sering menyambung kabel televisi dengan kabel panjang yang terhubung dengan kamar tidur yang terdekat, terlebih bila acara televisi sungguh sayang bila dilewatkan.
Apalagi bila musin ujian, pasti acara menonton ditiadakan dan ternyata akal kami lebih cerdik dari sipembuat aturan. Acara belajar bersama terkadang diselingi acara menonton dengan metode sambung kabel dan acara belajar bersama hanya menjadi kedok. Kecuali bila ujian akhir, sepertinya kami benar benar anak manis.

Pernah temanku sunartinah dan aku dan beberapa orang sedang asik menonton, kebetulan kami senior waktu itu, dan jam kami menonton bukan jam menonton dan mami asrama tau kami menonton hingga akhirnya lampu dimatikan dan kami tidak bisa menonton hingga larut malam. Karena kami kesal, sedotan minuman es kami jadikan gembok dengan cara mengikat pada anak kunci gembok yang ada diluar pintu hingga esok pagi pasti mami susah keluar. Kebetulan pintu kamar ibu asrama kami terdapat tempat untuk kunci gembok diluar pintu. Kemudian sendal jepit mami asrama dibuang sebelah oleh si tince entah kemana, ditambah sebelum kami pergi lubang saluran air kamar mandi mami asrama kami tutup dengan papan diselokan luarnya. Karena kami berasumsi kalau esok pagi ketika mami mencuci baju atau mandi, kamar mandinya mampet dan mami pasti mencoba keluar karena berpikir ada yang menyumbat, sedangkan pintu kamar mami kami kunci dengan sedotan dan sendal jepit mami hanya sebelah. Jadi lengkap sudah pemikiran jahat kami, dan esok pagi kami tinggal melihat hasilnya saja. Kami tertawa tawa pelan saat beraksi sambil menaiki tangga asrama agar tidak terdengar.Pembalasan sepihak 

Dan esoknya kami mendengar mami asrama ngomel ngomel tentang sandalnya yang hilang dan huru hura dikamarnya. Dan sepertinya mami tahu kalau itu perbuatan anak anak asramanya, tapi siapa yang bisa dituduh coba? Pelakunya saja tidak merasa bersalah ha ha ha

Itu baru beberapa kenakalan yang kami lakukan, belum termasuk kenakalan senior kami dan pendahulu kami. Setiap angkatan mempunyai ceritanya sendiri. Dan yang paling membuat kami rindu asrama adalah kebersamaan kami selama disana terlebih teman teman satu kamar dan yang lainnya.
 
 Yang masih kuingat adalah saat pertama kami masuk asrama sebagai junior kami pertama diberi wejangan oleh senior ditambah cerita cerita horor kalau ada lelaki yang bisa masuk kedalam dan memperkosa kami nantinya. Jadi diawal pertama masuk asrama kami ketakutan sehingga dikamarku terjadi ronda secara bergantian dengan metode main kartu hingga subuh. Dan yang lebih membuat kita menjadi tampak bodoh adalah kita percaya dengan cerita tersebut dan akhirnya ketika kami hendak tidur, baju tidur kami berlapis lapis dengan asumsi jika terjadi pemerkosaan sang pelaku akan mengalami kesulitan. Itu terjadi diawal kami masuk asrama hingga kami akhirnya lelah ronda sampai subuh dan gerah memakai baju berlapis dan akhirnya tersadar dengan kebodohan kami Namanya anak asrama kan lebih senang memakai baju tidur dengan lapisan baju paling sedikit kalau perlu tanpa pelapis 

Belum lagi ditambah setiap hari senin pagi atau ketika kami semua tidak ada diasrama, ibu pengawas asrama kami yaitu ibu endah  seringkali melakukan “inspeksi” mendadak. Aktifitas beliau adalah koleksi celana dalam kami yang menurut beliau tidak layak pakai plus koleksi piring kotor kami. Dan siap siap sang pemilik yang terkena razia kelimpungan mencari harta benda tersebut. Begitu apiknya beliau dan pedulinya 

Yang sangat membuat aku terharu adalah saat kami mencuci baju. Aktifitas ini membuat aku kangen karena biasanya kami semua berkumpul disebuah tempat dengan bak kapastas besar dan bersama sama mencuci layaknya kami berada ditepi sungai dengan bubuhan gurauan yang pastinya ngaco berat. Belum lagi ditambah beberapa aktifitas beberapa orang yang sekaligus mandi disini, lengkap sudah penuh sesaknya tempat ini.

Ada banyak kejadian yang terjadi disini, yang membuatku selalu tertawa bila mengingatnya adalah “insiden molto”. Kebetulan terjadi dikamarku, seorang temanku waktu itu memang selesai mencuci dan hendak menjemur. Sebenarnya sudah ada larangan tertulis untuk tidak menjemur dikoridor kamar tapi kami sering langgar, karena alasan tempat menjemur penuh dan sering pakaian kami lenyap tak ada jejak. Dan kebetulan meja dikamar tempat kami meletakkan minuman sedang tidak rapih, biasanya juga begitu kok. Dan entah siapa yang menaruh molto dalam sebuah gelas atau botol aku agak lupa, tiba tiba temanku ini karena lelah mencuci seketika menenggak gelas cairan yang berisi molto. Bisa dibayangkan mulut temanku wanginya seperti apa, sepertinya tak perlu lagi memakai mouthwash. Untung saja ia cepat tersadar dengan rasa dan tidak berlanjut. Kebetulan moltonya sudah dilarutkan, jadi tidak pekat. Lia...lia...kami semua tertawa dan sang korban juga tertawa terlebih saat ia bicara ada sedikit gelembung busa.

Rasanya ingin aku tuangkan semua cerita itu dalam sebuah cerpen tapi butuh waktu dan pastinya cerita sangat menyenangkan yang tak akan pernah terulang. Ini hanya sebagian kecil kenakalan kami didalam asrama. Belum kalau kami sedang tidur dan tingkah centil khas anak asrama putri lainnya. Ah...lucunya kenangan itu, so sweet, unforgetable moment.








Saturday, 8 December 2012

Ziarah Batinku...

Ziarah batin...

Mungkin kata ini lebih tepat untuk setiap hati yang mencari pemenuhan. Ada sebuah buku yang aku suka karangan Antonie de mello salah satunya doa sang katak. Buku ini ada dua edisi yang pertama dan kedua, keduanya mempunyai kesamaan metoda yaitu bercerita. Dan aku suka buku buku Antonie De Mello, beliau membuat buku yang sederhana tapi sangat dalam maknanya dan yang membuatku suka dengan karangan beliau adalah tak membuat batasan dalam penulisannya. Sehingga siapapun bisa membacanya tanpa merasa terbatasi oleh sesuatu. Mulai dari Berjalan diatas Awan, Terlahir untuk Mencinta, aku agak lupa judul yang ini dan bukunya juga saat kucari tak ada ditempat bukuku, sepertinya aku lupa meminjamkan pada siapa?Apa dibawa adikku yah?

Saat membaca buku Antonie de Mello membawa kita ke sebuah ruang yang tidak mempunyai batasan dan sekat, beliau bisa membuat cerita dari banyak hal. Walaupun mungkin cerita yang dibuatnya juga berasal dari sebuah cerita yang pernah didengar atau dibacanya, tapi saat membacanya membuat kita sedikit  berpikir walaupun ceritanya hanya cerita rakyat atau apalah. Begitu sederhananya cara menyampaikannya tapi saat membacanya ada makna yang sangat dalam yang tak bisa kita baca mentah mentah. Aku kangen buku bukunya...

Sebenarnya buku hanyalah satu bagian dari cara kita mencoba memenuhi keinginan jiwa yang ingin terpenuhi. Banyak cara lainnya yang akan kita dapatkan, saat kita mencarinya dengan tulus. Hidup memang tak pernah bisa ditebak, memberikan segala sesuatu dengan cara yang tak biasa. Tinggal bagaimana kita bisa menangkap dan memahami semua hal tersebut.

Toh, hidup kita adalah sebuah perjalanan? Sebuah Ziarah Batin yang akan terpenuhi saatnya nanti..
Panjang tidaknya hanya masalah waktu. Sampai kontrak hidup kita terpenuhi, yang menjadi permasalahan adalah setiap hati akan selalu mencari “ sesuatu” dalam diri dan kehidupannya. Karena ketika manusia diciptakan pastinya tak mungkin tanpa alasan?

Secara naluriah manusia akan mencari “dasar penciptaanNya”. Kenapa ia ada disini?tidak disana atau kenapa harus seperti ini dan itu dan banyak lagi yang pastinya membuat pikirannya bertanya dan bertanya dan kencenderungan untuk mencari jawaban. Walaupun terkadang kehidupan tak memberi jawaban langsung atau malah tanpa jawaban.

Terkadang rasa lelah dalam berziarah dalam kehidupan inilah yang membuat manusia jatuh pada titik nadir. Dan saat seperti inilah saat manusia merasa “kosong” merupakan saat yang paling penting untuk mengisinya. Terkadang kita bingung bagaimana mengisi kekosongan itu bukan? Manusia terkadang mencari hal hal yang ia sendiri tidak tahu apa itu. Padahal ketika kita membiarkan kekosongan itu dalam sebuah “kepasrahan”, entah bagaimana sesuatu itu muncul dan sedikit demi sedikit mulai mengisi ruang tadi dengan sendirinya.

Sepertinya ketika kita berusaha mencari dengan segala logika dan keinginan, malah mungkin hal tadi yang menutup pintu hati kita. Tapi ketika kita membiarkan pintu itu terbuka selebar lebarnya dan membiarkan “segala hal” masuk. Secara otomatis pintu hati kita yang akan memfilter dengan sendirinya apa yang pantas mengisi hati kita. Karena kita mempunyai suara hati yang akan menjaga pintu hati kita yang mengalami ziarah batin.

Walau kita orang yang tak pantas atau “jahat” sekalipun, ada suara hati yang pada dasarnya akan selalu memanggil dengan santunnya. Saking santunnya, terkadang tidak terdengar dan nyaris “hilang” padahal sebenarnya ia selalu ada dalam diri setiap manusia. Ia tak pernah menginginkan manusia “hilang”. Memanggilnya dalam “cinta”. Cinta dalam arti yang luas...

Ziarah...

Sebuah perjalanan yang akan membuat kita berjalan dan berjalan entah sampai kapan.Yang mungkin akan membuat kita lelah, tapi yang paling penting adalah saat kita lelah kita mampu terus melangkah walau mungkin harus menyeret langkah kita, tertatih, merangkak dan akhirnya menerima “kemanusiaan” kita.

 Hidup memang sebuah Ziarah Batin yang luar biasa...

Tuesday, 6 March 2012

Band of Brothers

Sebenarnya cd film ini sudah ada sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu,tapi baru seminggu ini aku menontonnya.Padahal aku pernah meihat saat adikku dulu menontonnya,tapi karena aku tak tahu awal ceritanya aku tidak tertarik.Dan baru kali  ini aku tertarik pada film “BAND OF BROTHERS”,dan aku terharu menontonnya.

Mulai dari awal cerita hingga akhir cerita aku disuguhi dengan film yang sarat dengan unsur humanisme,terlepas dari film ini bercerita tentang perang dunia I antara tentara sekutu dan jerman ( NAZI ).Film yang diproduseri oleh tom hanks dan steven spilberg lebih mengangkat sisi humanisme dari perang tersebut.Alur cerita yang tidak membuatku bosan walau ada beberapa cerita yang harus mengulas masa lalu tidak membuatku jenuh dan bingung tapi malah membuatku bisa berpikir dan mencoba merunut semua cerita hingga diakhir cerita yang “happy ending” ada sebuah benang merah yang bisa ditarik kesimpulannya buat aku yang menontonnya.

Film ini lumayan panjang karena dibagi menjadi 6 seri dan terdiri dari 10 bagian cerita dan masing masing bagian mempunyai ceritanya masing masing tapi tetap masih berhubungan.Ini yang menarik dari serial cerita ini.Simple tapi mempunyai makna yang cukup dalam.

Dengan awal narasi disetiap bagian dari tokoh tokoh cerita yang masih hidup,mereka seperti menjadi prolog cerita tersebut.Tokoh utama cerita ini menurutku adalah kapten Richard Winter alias Dick,bagaimana ia mengawali dirinya dalam sebuah perang dunia I dan menjadi bagian dari peperangan ini.Aku menyukai sosok dirinya dan Ronald C Speirs menurutku mereka adalah sosok pemimpin yang pantas dijadikan panutan bagi pasukannya dan dicintai oleh mereka hingga mereka pun menghargainya.Dan bagaimana mereka menjadi sosok pemimpin yang sangat humanisme dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada pasukannya.Dan yang awalnya membuatku menyukai Winters adalah pembawaannya yang kalem tapi pasti,terlebih saat membuat keputusan disaat genting terlihat kalau ia orang yang paham situasi dan tenang dan  ia ahli strategi menurutku.Cerdas menurutku dan cool pastinya,cowok banget...

Kalau speirs aku suka dirinya yang tak peduli apa yang menjadi penilaian orang akan dirinya,dan sebenarnya dia setia kawan banget.Terlihat ketika banyak orang yang bergunjing tentang dirinya dan beranggapan tentang dirinya yang sadis,kejam dan tidak berperikemanusiaan tapi waktu membuktikan semuanya bahwasanya apa yang dianggap orang selama ini adalah tidak benar dan diamnya tanpa pembelaan atau pembenaran membuat sosok dirinya mempunyai kharisma tersendiri dan maksud tersendiri.Dialah yang akhirnya menjadi salah satu penyelamat kompi “Easy” saat mereka terjebak dan dipimpin oleh pemimpin yang tak punya nyali dan tanggung jawab seperti Dickmen.Dan akhirnya orang melihat sosok humanisme dari seorang Speirs tanpa harus melakukan penjelasan.

Ada lagi cerita tentang seorang Mallarkey seorang yang mempunyai tanggung jawab luar biasa terhadap teman temannya dan selalu berusaha menjadi penyemangat disaat mereka jatuh semangatnya setelah dibombardir pihak jerman dan melihat banyak teman teman mereka wafat atau terluka parah didepan mereka.Ia menjadi orang yang selalu membuat harapan bagi pasukannya hingga ia layaknya seorang pemimpin pasukannya apalagi disaat pimpinan Dickmen yang tak bertanggung jawab.Ia melakukan banyak tugas dengan penuh tanggung jawab,sebuah contoh yang positif,bagaimana sebuah tugas dilakukan dengan sepenuh hati dan tidak setengah setengah menjadi suatu hal yang indah dan hebat.Dan secara otomatis menyebarkan sebuah kebaikan dan akibat yang baik pula.

Setiap bagian dari cerita selalu menyisipkan nilai moral yang bisa di ambil dari sebuah peperangan.Bukan berarti aku menyukai perang lho,apapun alasannya perang tak pernah tidak menyakitkan,karena kedua belah pihak yang berperang pastinya sama sama tersakiti dan menyakiti,tapi itulah perang.Dan film ini mengangkat dari sudut pandang yang lain,bagaimana humanisme tetap ada dalam perang itu sendiri dan menunjukkan bahwa manusia tetaplah manusia.
Di sana diperlihatkan bagaimana mereka yang berperang sebenarnya juga mempunyai rasa yang sama dengan manusia yang lainnya,mungkin mereka sendiri tidak paham dan tidak mengerti mereka berperang untuk apa dan siapa.Ada ketakutan yang dimiliki oleh masing masing individu,terlepas mereka tampaknya berani sekalipun, tetap rasa takut atau khawatir mereka miliki.Kemanusiaan mereka tampak dalam rasa takut mereka,tak ada yang tidak memiliki rasa takut.

Dan rasa takut menunjukkan bahwa mereka memang manusia biasa.Sosok seperti Speirs atau Gunerrea pun akhirnya memperlihatkan sisi humanisme  mereka atau sosok Dolbie diawal bagian,bahkan dickmen pun tak bertanggung jawab karena ia mempunyai rasa takut dan menjadikannya sebuah kamuflase.

Jadi teringat film “Life is Beautifull” film ini juga menceritakan sisi lain dari sebuah perang lebih tepatnya sebuah Camp Konsentrasi Nazi yang bercerita tentang perjuangan seorang ayah yang harus masuk kamp tersebut bersama anak lelaki kecilnya yang berusia kurang lebih 6 atau 7 tahun.Dan hebatnya ayah tersebut adalah ia sangat ingin anaknya tak merasakan sebuah neraka dalam kamp tersebut,sehingga ia selalu berusaha membuat anaknya tertawa dan tetap merasakan kebahagiaan seorang anak.Padahal ia sendiri harus bekerja keras setiap hari bahkan mungkin di siksa,tapi setiap pulang ia selalu tersenyum kepada anaknya dan bercerita sesuatu yang menyenangkan diantara rasa letihnya.Sehingga anaknya merasa tidak dalam sebuah kamp konsentrasi.

Terlepas dari apa yang diakibatkan oleh peperangan,kalau kita mau melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain dan berusaha untuk lebih adil menyingkapi hal tersebut.Terkadang aku berpikir, jadi sebenarnya perang itu untuk apa?kalau masing masing pihak juga akhirnya tersakiti dan menderita.Walau mungkin ada beberapa hal yang memang karena alasan lain.Aku memang tak paham dengan peperangan karena aku sendiri tak pernah terlibat langsung dengan hal tersebut,mungkin kalau aku merasakan sendiri hal tersebut aku bisa berkata lain.Seperti di film ‘Band of Brothers’ juga diceritakan ketika terjadi banyak perubahan dalam diri mereka semua akibat dari sebuah peperangan.Ketika mereka banyak yang dihadapkan langsung dengan kematian dan mungkin merasakan sendiri apa itu kematian,dan akhirnya merubah cara pandang mereka akan sesuatu.
Yang paling mengharukan adalah saat mereka yang memulai sesuatu dari awal perjuangan sebuah kompi ‘Easy’ dan selama kurang lebih 2 tahun mereka bersama,dihadapkan dengan kematian entah karena terpaksa atau mungkin sukarela.Bahkan ketika melihat teman terdekat terluka parah dan ada yang harus meninggal,banyak hal yang terjadi karenanya dan itu pastinya merubah mereka semua.Sehingga mereka merasa menjadi terikat dalam persaudaraan,karena tak ada lagi yang bisa dianggap saudara selain mereka.Dan mereka semua telah teruji oleh waktu dan keadaan.Banyak kondisi yang membuat mereka merasakan kedekatan satu sama lain dan akhirnya mereka mereka bersaudara.

Ikatan itu yang mungkin sulit dilepas nantinya,karena mereka terikat bukan dalam keadaan senang,mereka merasakan sebuah hal yang dramatis bahkan mungkin ada yang tak pernah bermimpi sedikitpun.Tapi kenyataannya mereka menjadi bagian itu dan mengalami sendiri hal tersebut.Bersama sama merasakan penderitaan,bau kematian,atau sebuah ketidak pastian hidup.Karena mereka mungkin tak tahu, apakah besok mereka masih hidup lagi atau tinggal sebuah nama.

Bahkan ada beberapa yang mengganggap diri mereka sudah meninggal,mungkin berusaha untuk tidak berharap banyak.Dan mencoba berpikir realistis saja.
Kalau akhirnya ada yang tetap hidup dan terus melanjutkan kehidupan,pastinya perang mengajarkan mereka banyak hal seperti yang dinarasikan mereka.Ketika kita pernah berhadapan langsung dengan kematian dan kita tetap hidup,hal itu bisa merubah cara pandang kita akan kehidupan.

Menghargai sebuah kehidupan dan nilai yang ada di dalamnya,aku beruntung pernah sedikit merasakan walau mungkin berbeda cerita dan kondisi,walau hanya bersinggungan tapi hal tersebut tetap membuatku  merasakan betapa baiknya kehidupan dan pemilik kehidupan yang masih menjagaku dan entah apa yang diinginkannya dariku dengan membuatku tetap ada disini,itu yang masih aku cari.Terkadang hal hal tersebut seperti sebuah mimpi yang apakah kita pernah benar benar merasakannya?

Dan kesadaran itu yang membuatku dan mungkin mereka untuk tetap melanjutkan kehidupan kita dengan lebih baik lagi dan cara kita masing masing.

Hidup adalah sebuah keindahan.Dan rasa takut akan selalu menemaniku karena hanya ini cara yang membuatku tidak berdekatan dengan rasa sombong yang selalu menggoda.



 

Saturday, 25 February 2012

Yang Harus Ku ingat...

 Kemampuan melihat kesempatan, membuat hal hal biasa menjadi luar biasa.

 Lebih berbahagia memberi daripada menerima.

 Kerendahan hati adalah awal kehormatan.

 Persembahan kita ditakar bukan berdasar jumlahnya tetapi berdasar kasih,ketulusan dan pengorbanan yang menyertainya.

 Jadikan hidup sebagai saluran berkat dan mulailah dari orang orang terdekat.

 Dia tetap setia.

 Jangan biarkan rasa khawatir merebut sukacita hidup.

 Jadikan harta sebagai alat berkat untuk menyatakan kasih.

 Uang menjadi berharga saat ia menjadi hamba dan berbahaya saat ia menjadi tuan atas kita.

 Berani tampil beda dan jangan pernah mundur,Optimis.

 Tidak cukup hanya berdoa tapi persiapkanlah kondisi saat doa dikabulkan.

 Saat kita melewatkan kesempatan dari Allah,berarti ada kemungkinan kita terlambat,jadi bijaksanalah menyingkapi hal tersebut.

 Kasih adalah sumber dari segalanya.

 Allah adalah Kasih, sumber kerahiman tak terhingga.

 Hindari perselisihan, landasi segala sesuatu dengan  kasih.

Tuesday, 21 February 2012

Kenapa lupa...?

Lupa...

Kalau satu kata itu sudah mulai menempel di diri kita rasanya dunia seperti roller coaster yang membuat kita pusing karenanya.Bagaimana tidak pusing jika meletakkan barang atau sesuatu saja kita sudah tidak bisa mengingatnya kembali apalagi saat kita membutuhkannya.Pasti akan terjadi huru hara dan sebagainya yang diakibatkan hal tersebut.

Ini adalah pengalaman pribadiku,diusiaku yang mulai menginjak triple 10 lebih satu mengapa hal ini sudah terjadi?Padahal seingatku waktu aku masih kecil ayahku rajin memberiku ‘cerebrovit’ lho,bukannya iklan tapi katanya bisa membuat daya ingat kuat dan anak cerdas makanya tiap hari aku dicekokin sirup itu sampai aku ketagihan dan minta terus.Kalau masalah kecerdasan aku gak tahu nih ada pengaruhnya gak yah?sepertinya sih orangtuaku belum pernah dipermalukan olehku karena nilai?Apa mungkin ‘over dosis’?Tapi sekarang kok kenyataannya seperti ini,usiaku belum mencapai setengah abad tapi banyak hal yang sudah terlupakan apalagi kalau yang namanya ‘barang’.Wasalam deh,kalau nyimpannya asal asalan.

Banyak contoh yang terjadi,mulai dari kunci rumahku yang akhirnya tak tahu rimbanya dimana.Padahal kunci itu sudah memakai gantungan bertali yang panjang ,masih juga hilang.Baru baru ini aku ketinggalan kunci motor di tempat kerjaku dan untungnya motorku masih baik baik saja,padahal kuncinya tergeletak di area publik dan kutinggal disana,untung saja kunciku diamankan oleh pihak berwajib jadi tak ada masalah lebih lanjut.

Masih banyak hal yang terjadi karena aku lupa,janji dengan temanku yang dibuat 2 bulan yang lalu terlupakan karena aku lupa bilang pada temanku kalau aku harus masuk kerja tiba tiba dan esoknya aku tersadar saat membaca pesan singkatnya (maaf ya,uci sayang...).
Dan kemarin aku lupa kalau aku sudah mengubah passwordku di kompas media,dan itu pun aku sadari setelah berapa lama dan akhirnya aku harus kehilangan moment he he he

Apa mungkin ini karena aku sering makan ‘brutu’ ayam?soalnya ibuku dulu paling sering ngomel kalau aku sedang asik makan brutu ayam,habis buatku enak sih lemaknya kan banyak jadi maknyuss.Ibuku selalu bilang,”anak gadis gak boleh makan brutu.” Dan aku selalu menjawab,”emang kenapa,mah?”.

“Pokoknya anak gadis tuh gak boleh makan brutu,pantang tahu,”ibuku selalu memberi alasan yang buatku kurang memuaskan.Dan aku selalu menjawab,”brutu kan enak mah,gurih apalagi kalau di bumbu bacem terus di goreng,kan enak.”

“Dibilangin orangtua tuh gak boleh ngeyel,bikin kamu lupa nantinya kalau makan brutu,”ibuku mencoba menjelaskan pada anaknya yang keras kepala.

“Masak sih mah...?”,lagi lagi aku dengan bantahanku.

“Coba aja sendiri,”akhirnya itu kata kata ajaib yang akhirnya entah berhubungan atau tidak,dan apakah ada kaitannya dengan kondisi ‘lupaku’ aku juga tidak tahu.

Yang jelas aku sekarang terlibat dengan kata ‘lupa’ seperti para tersangka korupsi yang kalau ditanya pada saat sidang banyak mengeluarkan kata “lupa”.Tapi aku bukan bagian dari mereka lho,kenal saja tidak,mungkin kalau kenal ceritanya berbeda kali (semoga aku tidak dikenalkan dengan mereka,amien....)

Tapi benar benar merepotkan kalau kita sudah lupa.Sampai pernah teman kerjaku berkata,”jangan jangan nanti kalau menikah kamu lupa lagi kalau sudah punya suami terus ditinggal pas jalan jalan di mall atau dimana gitu..” ha ha ha

Bisa juga terjadi tuh,wah kalau begitu siapa yang dirugikan yah?
Sepertinya yang nantinya jadi suamiku senang senang aja kalau aku lupa,atau aku yang senang?ha ha ha

Terbayang hebohnya,semoga yang nantinya mendampingi diriku sangat maklum dengan hal ini dan semoga selalu setia hingga akhir walau mungkin aku tidak setia karena lupaku.Kecuali anakku...

Berbagai cara sudah aku coba,mulai dari tetap membaca walau cuma baca novel, katanya sih biar otakku tetap bekerja dan semoga berhasil??
Menghitung domba kalau aku mau tidur,tapi kalau yang ini tak pernah aku lakukan,suka lupa juga sih.Apa mungkin karena hal ini?
Wah,apa perlu aku memanggil uya kuya biar aku dihipnotis saja?ah...sepertinya uya juga bakal lupa kalau sudah menghipnotis aku,soalnya aku bakal lupa ma sugesti uya he he he(tapi emang ada hubungannya yah...)

Aku ingin penyakit ‘lupa’ku dihilangkan nih,panggil siapa yah?
Sepertinya aku lebih baik bertanya pada kalian saja,siapa tahu kalian mempunyai solusi jitu untuk diriku teman teman...

Sunday, 19 February 2012

Kopi...bukan paste apalagi pasta

                                 
Aroma itu muncul ketika orang lain menikmatinya,dan aku pun menikmati ‘aromanya’.Ya,aku menyukai aromanya...

Bahkan orang lain menyukainya lebih dari sekedar aroma.Entah mengapa aku tak menyukai ‘dirinya’,lidahku sepertinya tak mau mengenalnya lagi sekarang.Bukan berarti aku tak pernah mencobanya,seingatku dulu kalau aku dan teman teman sedang dalam masa ujian ‘ia’ yang sering dijadikan oleh teman temanku dan aku untuk menjadi pendamping setia.Dengan mitos kalau ‘berteman’ dengannya kantuk tak akan mudah mendekati kita,namanya lagi ujian ‘godaan’ terbesar pasti rasa kantuk.Dan sepertinya aku yang tak pernah berhasil dengan ‘mitos’ tadi,karena ketika aku berteman dengannya aku tetap saja mengantuk,jadi yang aneh siapa yah??

Rasanya dimana saja aku berada ada saja orang yang ‘menikmatinya’ bahkan berkali kali.Bahkan ditempatku bekerja ada temanku yang bisa melakukannya seperti orang yang makan sehari hari,gak ada bedanya dengan makanan bahkan lebih dari makanan.Sering aku berpikir kalau mereka gak ketemu sehari bagaimana yah?

Itulah hebatnya sebuah ‘kopi’...
                                

Layaknya orang yang merokok dan membuat yang menikmatinya sulit untuk melepasnya dan membuat banyak orang mengalami ‘kecanduan’ bahkan mungkin tingkat tinggi.

Sedangkan untuk aku ‘menikmati’ aromanya saja sudah lebih dari cukup...

Ingin seperti mereka bisa menikmatinya bukan saja aroma tapi sepertinya aku hanya sebatas itu.

‘Aromanya’ sangat menggoda,selanjutnya terserah anda...