Pasar tradisional...
Setiap kali melihat tempat ini,dimanapun letaknya sepertinya aku selalu ingin memasukinya.Dan memang setiap kali aku pergi melewati sebuah kota dan aku punya waktu yang banyak,pasti aku berusaha mampir entah hanya sebentar.
Aku menyukainya,walau memang kenyataannya memang sebagian besar pasar tadisinal di sini seperti itu keadaannya,bila musim penghujan pasti becek dan kumuh.
Memang sih itu bisa membuat kita malas mengunjunginya,tapi buatku apapun keadaannya aku menikmatinya.Apalagi kalau kita pergi berbelanja di malam hari,suasana malam tambah membuat hawa berbeda.Walau didaerah tertentu pasar tradisional tidak buka pada malam hari bahkan ada yang hanya di hari hari tertentu pasaran.
Buatku,semua pesona yang tampak dari hiruk pikuknya orang melakukan aktivitas perbelanjaan,mulai dari tawar menawar harga yang biasanya dilakukan oleh ibu ibu atau wanitalah,hingga aktivitas ketika bahan yang akan dijual mulai diturunkan dari truk atau mobil pick up pengangkut ketempat kios yang akan menampung barang tersebut.
Ada interaksi satu sama lain,misalnya pedagang satu sama lain yang kiosnya saling berdekatan terdengar bercerita entah tentang keluarganya atau barang yang akan dijual sedang susah dicari atau sedang naik harganya,atau tentang hal lainnya.
Untuk para pembeli pun seringkali terlibat percakapan satu dengan yang lainnya walau hanya sekedar basa basi untuk sebuah kepentingan yang sama,mendapatkan barang dengan harga murah.
Disitulah,menariknya pasar tradisional buatku.
Ada interaksi...
Ada kehidupan...
Mulai dari si pemilik kios atau lapak sayuran yang tampak tertidur pulas menunggu barang dagangannya terjual tanpa takut kalau ada yang mencurinya,padahal mereka berjualan seringkali pada malam hari.
Ada yang menunggu dagangannya terjual sambil bermain kartu bersama “abang becak” atau malah sesama pemilik lapak,mereka tampak asyik sambil terdengar sesekali suara tawa lepas mereka,serasa tak ada beban kalau barang dagangan mereka tak habis terjual.
Atau malah masih sibuk menata barang dagangan yang akan mereka jual.
Bahkan tampak beberapa “pengemis” yang ikut berada didalamnya dan menambah lorong dipasar menjadi sempit.Seakan mereka pun menjual rasa iba bagi orang orang yang hilir mudik melewatinya.
Beberapa petugas kebersihan pasar pun ada yang sudah mulai melakukan aktivitasnya walau pasar belum berhenti beraktivitas,mungkin biar tugas mereka tidak terlalu berat nantinya.
Ada “fenomena” yang berada dibaliknya...Dan aku suka semua itu.
Entah proses tawar menawar yang akhirnya ditambah sedikit obrolan yang terkadang ngelantur dari maksud.
Atau hanya sekedar pasar...
Atau apapunlah yang ada didalamnya..
Tak ada yang tak dijual disana,semua barang ada mulai dari sayuran,buah,ikan,daging,makanan kecil,sembako dan lain sebagainya.
Walau terkadang mereka tidak pernah menawarkan sebuah “kenyamanan’ tapi daya tarik pasar itu berbeda.
Mereka memang tidak menjual itu semua,yang mereka jual sebuah kesederhanaan dari semua hal yang ada,mulai dari penjualnya bahkan pembelinya,walau terkadang ada juga yang tidak sederhana ketika masuk ke pasar tadisional.
Tapi itulah yang menarik dari sebuah pasar tradisioanal...
Barang barang “sederhana” dan hal hal “sederhana” walau buatku mereka tidak sederhana.
Mereka “unik” sangat khas,karena setiap pasar tradisional yang satu memberi kesan yang berbeda dengan yang lainnya,coba deh...
No comments:
Post a Comment