Friday, 14 October 2011

Karena Aku Wanita...

                                       

Aku beruntung karena lahir pada jaman sekarang, begitu banyak kemudahan yang ku dapatkan pada jaman ini.Khususnya karena aku wanita.

Tak ada keinginan aku untuk menyesal karena lahir pada jaman ini.

Di sinilah,ketika wanita tidak lagi di pandang sebelah mata.

Saat inilah, ketika wanita dapat menunjukkan eksistensi dirinya sendiri tanpa takut akan berakibat apa nantinya.

Tak ada lagi cibiran dan cap sebagai orang lapis kedua.

Semua bisa kami lakukan saat ini.

Hal hal yang mungkin dulu dianggap tabu untuk seorang wanita,dimana pada masa lalu wanita sudah mempunyai stempel tersendiri.Dan itu terus melekat erat, bahkan masih ada yang beranggapan hingga saat ini.Walau berjalannya waktu,ada sebagian dari itu semua mengalami perubahan.Dan akhirnya kami bisa menikmatinya sekarang.

Memang kalau di pikir, wanita jaman dahulu tentulah sama hebatnya bahkan lebih hebat dari sekarang. Karena mereka memiliki lebih banyak batasan sebagai wanita tapi masih mampu menerima itu semua dan menjalani kehidupan mereka saat itu.

Mereka luar biasa pada jamannya.

Karena aku tidak mengalami jaman dahulu,memang sebaiknya aku bercerita tentang diriku pada jaman ini saja.

Dengan perkembangan jaman yang semakin"progress", ditambah segala kemudahan yang menyertai kami saat ini.Tampaknya bukan lagi sebuah halangan untuk kami berkembang dan terbang bersama sayap kami masing masing.

Kami mempunyai “pemikiran” kami sendiri.

"Mencintai apa yang kami inginkan".

"Memiliki apa yang kami kehendaki".

"Dan meraih apa yang kami impikan".

Semua itu tidak lagi menjadi khayalan “semu” yang tak bisa kami wujudkan.Yang mungkin pada masa lalu semua itu menjadi suatu “impian” atau malah suatu hal yang takut kami impikan.

Itu semua tidak berlaku buat kami sekarang.

Walau pada kenyataannya masih banyak “wanita” yang tidak bisa menjadi wanita seutuhnya dan masih seperti wanita yang hidup di”masa lalu”.

Memang itu semua kembali kepada lingkungan dimana “wanita” itu berada.

Karena pada kenyataannya memang lingkungan mempunyai “peran” yang berarti untuk kami “wanita”.

Cara pandang orang sekitar dalam melihat “kami” pun pastilah berpengaruh besar.

Masih banyak “wanita” yang terkungkung dalam paradoks bahkan “stempel” masa lalu.Bukan karena wanita itu,terkadang karena orang orang di sekitar “mereka”.

Ketika masih ada saja manusia melihat wanita sebagai orang kelas dua dan stempel sebagai “pelayan”, bahkan sebagai “obyek”.

Apalagi kaum adam yang masih berpikiran “sempit” bahkan tersugesti oleh “nilai nilai”tertentu yang menganggap itu sebagai pembenaran.Yang entahlah apakah nilai itu relevan untuk saat ini dan apakah “nilai” itu sungguh murni?

Atau hanya sebagai “kedok” dan “tameng” pelindung para kaum adam yang ketakutan akan kemunculan “kekuatan” kami, yang akhirnya membuat mereka tak bisa melakukan apa yang mereka mau.Dan mencari berbagai “alasan” untuk membuat”eksistensi” kami terkotak kotak.
Hanya kaum adam yang berbesar hati dan berlapang dada serta berwawasan sangat luas yang bisa menerima kenyataan, bahwasanya kami tak akan merebut “eksistensi” kalian sebagai laki laki.

Kami tetaplah “wanita” yang memiliki sifat dasar “wanita” dan hati seorang “wanita”.

Jadi seharusnya tak ada yang perlu ditakuti.

Tapi memang kenyataannya “laki laki” tetaplah seorang “laki laki”.

Ada “ego” dan “harga diri” seorang laki laki yang tak mau diremehkan oleh “wanita”.

Padahal,kami juga tak mau menganggap kalian “remeh”.

Toh memang ada beberapa hal yang tak bisa kami lakukan dan itu hanya kalian yang bisa melakukannya.

Kalian tetaplah “pejantan” yang akan menjadi sumber kehadiran manusia,tanpa kalian kami juga hanya seorang”wanita”,dan ketika bersama kalian kami bisa menjadi lebih dari seorang wanita,bahkan bisa menjadi ibu,istri,penasehat,penyeimbang bahkan perawat.
  
                                        
                          
Oleh karena itu, tolong hargai kami sebagai “wanita sejati”.

Jangan lagi ada “diskriminasi” dalam bentuk apapun.

Jangan lagi ada “traficking” pada kami atas nama apapun.

Bahkan jangan pernah menjadikan kami hanya sebagai “obyek”,apalagi bila hanya sebagai pemuas nafsu dan keinginanmu.

Jangan lagi ada batasan pada kami terlebih atas nama “gender”.

Kami paham, terlebih diriku apa yang menjadi keberadaan dan tanggung jawab kami sebagai “wanita”.

Jangan lagi ada kata kata yang membuat kami merasa “terintimidasi” sebagai wanita.

Biarkan kami berkembang sebagai “wanita bebas” yang tetap memiliki kesadaran diri sebagai “wanita”.

Toh ketika kalian memperlakukan kami sebagai manusia dan menghargai kami menjadi “wanita”,tak ada lagi keraguan buat kami untuk tidak menganggap kalian sebagai”lelaki sejati”.

Kami hanya ingin melakukan hal yang sama seperti “kalian” bukan berarti “sama persis” tapi merasakan apa yang memang kami ingin “rasakan”.Tidak hanya kalian yang bisa merasakannya.

Kami sadar diri bahwa ada beberapa hal yang diciptakan berbeda pada kita dan itulah yang akan “melengkapi”,bukan malahan menjadi kesempatan kalian membuat batasan pada kami.Tapi lebih dari itu,kami bisa menjadi “penyeimbang” kalian.

Percayalah...

Kami diciptakan sebagai “penyeimbang” kalian.

Tidak lebih tinggi juga tidak lebih rendah.

So...jangan pernah takut dengan “keberadaan” kami.

“Kami” bukan saingan...

Tetapi jangan menganggap kami “remeh”!

Karena "kami" bisa bermimpi dan tak pernah takut untuk "bermimpi".
“Karena aku Wanita......”
                           

                              





No comments:

Post a Comment