“Sebenarnya apa sih yang kamu cari?nobody perfect...,”begitulah kira kira ungkapan kata yag sering aku dengar.
Mendengar itu semua terkadang aku terdiam dan mencoba menelaah,maksud dari kata-kata itu.
Hmmm....
“Emang manusia itu tidak sempurna yah?,”ingin rasanya pertanyaan “klise”itu kulontarkan dan berharap mendapatkan jawaban yang memuaskan.
“Kalau memang manusia diciptakan tidak sempurna,kenapa?...,” pertanyaan itu seringkali mengegelitik pemikiranku.
“Ya....kenapa harus tidak “sempurna”....,”
“Maksudnya “sempurna itu apa?”.
Pernahkah kita berandai andai seumpama kita “Sang Pencipta” dan berpikir ketika kita melakukan dan berbuat sesuatu,selalu berdasarkan sebuah alasan ataukah tanpa alasan?
Sering sekali diri ini ingin mengetahui sedikit saja pemikiran “Sang Pencipta”,hanya sedikit....tak lebih banyak.
Karena apakah sanggup aku menerima pemikiranNya yang “terlalu banyak”.
Aku ingin sekali tahu,bagaimana Ia memulai semuanya....Ya,
“Bagaimana Ia memulai sesuatu...”
“Apakah Ia memulai dengan “bermimpi” seperti aku?”
“Dan ketika ia memulai sebuah penciptaan,ia memulai dari sebuah “riset”atau penelitan terlebih dahulu?”
“Atau mungkin ketika menciptakan segalanya Ia malah tidak pernah berpikir banyak hal dan melakukan penelitian apapun.”
Karena penelitian itu selalu membutuhka waktu bahkan melalui “sebuah proses”.
Apakah ia juga melakukan semua hal itu?
Dan apakah Ia juga mengenal “sempurna” dan “tidak sempurna”...
“Tahukah “Engkau” dengan kata-kata itu,atau malah tidak mengenal kata-kata tersebut.
Jikalau “Engkau” mengenalnya berarti pastinya segala yang kau ciptakan sudah engkau pikirkan dahulu sebelum kau ciptakan.
“Tapi mengapa masih ada saja sebuah “ketidaksempunaan”dari “Sang Sempurna”....”
Atau malah “Engkau”sebenarnya adalah “Ketidaksempurnaan”....?
Makanya semua ciptaanMu memang sengaja kau ciptakan “tidak sempurna”?
Sepertinya “aneh” jika sebuah “kesempurnaan” menciptakan sebuah “ketidaksempurnaan”.
Seharusnya sebuah “kesempurnaan” menciptakan juga “kesempurnaan.
“Begitulah analisa logis yang sering terlontar dari kebanyakan pemikiran kita.”
Karena semua selalu sebanding lurus dan bukannya berbanding terbalik dari kenyataan yang seharusnya ada.
“Maksudnya apa sih?”.
Mungkin seperti inilah gampangnya.
“Kebanyakan pemikiran manusia bahkan mungkin pepatah yang di ciptakan adalah “Buah Tak akan pernah jauh dari pohonnya”.Jadi ketika sebuah pohon apel tak mungkin berbuah manggis,mungkin maksudnya seperti itulah.
Jadi kalau ternyata ada sebuah pohon apel berbuah manggis dan atau malah kebalikannya apa yang terjadi?
“Wah...kemungkinan akan terjadi kehebohan dan pastinya akan tersebar menjadi sebuah “headline news” yang mungkin akan menarik banyak perhatian.”
Pastinya akan terjadi sesuatu..begitulah manusia biasanya,
Dan sepertinya “Sang Pencipta” memang sengaja menciptakan “ketidak sempurnaan” dari sebuah “kesempunaan”.
Ya,ia memang sengaja melakukan itu semua.
“Sekarang pertanyaan itu kembali terulang kembali,”mengapa?”
Mengapa?....
“Hmm.....
Sepertinya Ia ingin “ketidaksempurnaan” itu mencari “kesempurnaan” dan akhirnya menjadi SEMPURNA.
“Sempurna dalam arti yang sebenarnya.......”
Benarkah....?
sempurna atau tidak sempurna sebenarnya masalah sudut pandang saja
ReplyDelete:)