“Kebebasan....
Seringkali kata kata itu keluar dari banyak mulut dan entahlah,aku belum tahu mulut yang mana yang benar benar sebuah “kebebasan”.
Menurutku,sebuah kata yang begitu “tulus”.
Karena buatku,”kebebasan” benar –benar “sesuatu banget...”.
Bagaimana tidak,”kebebasan” adalah hal yang paling hakiki dari seorang manusia.
Apakah pernah kalian berpikir,ketika seorang lahir apa yang ikut terbawa pertama kalinya bersama dirinya?
“Sebuah kebebasan....”
Bagaimana ia terlahir dengan kebebasan diri.
Ia berhak untuk menghirup nafas semaunya,entah banyak entah sedikit,tak ada yang melarangnya bahkan “sang pemilik Kehidupan sendiri”.Dan ia pun berhak untuk tidak menghirupnya jika memang ia berkehendak seperti itu.
Tak pernah ada larangan tertulis kan?
Semua telah tersedia dan tinggal kita nikmati,bukankah seperti itu?Entahlah...
Hmmm....
Tapi mengapa masih saja aku mendengar “kebebasan itu ada batasnya”.
Benarkah?
Entahlah,buatku sebuah “kebebasan” adalah kebebasan tanpa batasan.
Tak ada intervensi atas itu semua,biarpun kamus berbahasa sudah memberikan definisi yang jelas tertulis,buatku kebebasan adalah kebebasan tanpa batasan.
Bagaimana bisa sebuah kebebasan dengan sebuah batasan,bukankah itu membuat sekat dan arti yang “sempit” untuk kebebasan itu sendiri.
Aku ingin mempunyai arti sendiri kalau memang pemikiranku berbeda untuk hal ini.
“Bebas menjadi dan melakukan apa yang kalian mau,menjadi egois kalau memang diperlukan,dan seperti ketika kita lahir dan belum mendapat intervensi lingkungan,menerima dogma dan norma yang dibuat atau malah menolaknya,menjadi diri sendiri dan dihargai sebagai diri sendiri,tak harus takut dengan semua stigma yang akan muncul jika kita berbeda,berani mempertanggungjawabkan semuanya.”
Sebenarnya kebebasan tak akan pernah bisa dijelaskan,yang jelas ketika kita membiarkan ia menjadi ia,mungkin seperti itu maksudnya.
Batasan hanyalah sebuah pengikat yang membuat kebebasan itu terikat dan tak akan pernah bisa berkembang,jadi kebebasan tak akan pernah bisa berdampingan dengan kebebasan.
Karena ketika ada batasan,ia bukan lagi sebuah “kebebasan”.
Mungkin orang akan bertanya,bagaimana bisa sebuah kebebasan tanpa batasan?
Sekarang pertanyaan itu dikembalikan pada diri kalian masing masing,apakah sebenarnya “kebebasan” yang kalian maksud dan “kebebasan” apa yang kalian cari?
Karena ketika ia “bebas” adalah “bebas”.
Tak ada batasan,karena batasan hanyalah sebuah “penjara” yang mengungkung “kebebasan” itu.
Batasan hanyalah sebuah pengkotakan “kebebasan”.
“Kebebasan selalu tanpa arti karena ketika diberikan arti ia bukan lagi sebuah”kebebasan”.
Jangan pernah menyamakan “batasan” dengan “tanggung jawab” karena konteks dan arti pastinya berbeda.Coba intip kamus berbahasa!
“Batasan bukan sebuah tanggung jawab,dan tanggung jawab bukan sebuah batasan.”
Batasan hanya akan menjadi sekat dalam setiap hal,jadi jangan pernah membuat sebuah batasan dalam hal apapun,karena semua hal akan menjadi sempit,tapi buatlah semua hal dalam “kebebasan”.
“Kebebasan juga bukan tanggung jawab,dan tanggung jawab bukan kebebasan”
Kebebasan hanyalah kebebasan...
Tapi carilah arti yang luas dari sebuah “kebebasan” kalau perlu tanpa arti....
Biar akhirnya kebebasan itu yang memberikan dirinya sendiri....
Hmmmm
No comments:
Post a Comment