Rasa itu...
Saat pertama kali aku merasakannya pun dan hingga saat ini kalau aku merasakannya lagi sepertinya ingin berteriak keras atau mungkin menangis tersedu sedu.Yah...sebuah perasaan yang saat kita alami bisa menghancurkan perasaan dan bahkan bisa membuat kita seperti tak ada pegangan.
Dan sepertinya perasaan itu ada dan hadir bukan membuat kita hancur tapi sebaliknya.Seringkali kita merasakan kesedihan,kekecewaan,bahkan kehilangan menjadi sesuatu yang sebisa mungkin dihindari kalau perlu dikarantina hingga kita tak usah terpapar akibatnya.Padahal kalau kita mau mencoba menelaah dan berpikir secara positif,tak ada hal yang ada dan hadir dalam hidup kita tanpa arti.Bahkan mungkin menjadikan diri kuat dari sebelumnya.
Sekarang pertanyaannya bagaimana bisa?
Coba anda bertanya sendiri pada diri sendiri,karena setiap manusia pasti pernah mengalami perasaan tersebut dan sepertinya “wajib” jika orang tersebut memang masih “hidup”.
Karena perasaan itu yang seringkali menyadarkan kita dan membuat kita tidak ‘bermimpi’.Tapi kalau kita tidak bisa menyingkapi perasaan tersebut dan mengelolanya dengan baik,salah salah hanya membuat petaka bagi diri kita sendiri.
Semakin kita bisa berinteraksi dengan perasaan itu,semakin kita bisa beradaptasi dengan akibat dan reaksi yang timbul.Dan kalau mau jujur memang rasanya sungguh tidak menyenangkan pada awalnya,dan sepertinya rasa ini yang tak pernah orang minta dengan sadar.
Apalagi perasaan kehilangan,apapun bentuk kehilangannya sepertinya perasaan itu tak ada yang mengingininya.Tapi anehnya malah perasaan seperti itu yang membuat kita belajar tentang sesuatu dan bahkan mungkin mengerti sesuatu.Dibalik rasa yang diakibatkannya ada hal luar biasa yang diberikannya.Apakah itu sebuah bentuk kompensasi yang diberikan akibat dari rasa yang kita terima, yang membuat diri kita terkadang tidak bisa lagi merasakan apa apa?
Dan memang perasaan itu wajib kita rasakan,karena kalau kita tidak merasakannya kita tak akan pernah bisa “belajar”.
Dan kali ini adikku yang sedang mengalami hal ini,kehilangan salah satu sahabat terdekatnya bahkan dengan cara yang sungguh tragis bahkan tak ada dalam pikirannya sedikitpun.”Fanka” nama sahabatnya dan sepertinya adikku belajar sesuatu.Karena setiap kesedihannya ia pasti bercerita padaku,dan saat kejadian ini terjadi pun ia menangis dan wajar bukan?Aku bisa membayangkan perasaannya saat ini,tapi untuk kali ini aku cukup salut dia mulai belajar menjadi pribadi yang kuat karena ia terdengar menangis sekali dan selebihnya ia bisa mengendalikan semua perasaannya.Aku percaya satu hal,temannya pergi dalam kebahagiaan dan sepertinya ia paham akan hal itu.Semangat ya dek...kamu pasti bisa.Berikan yang terbaik dan tunjukkan yang bisa kamu berikan padanya walau mungkin ruang dan waktu tak lagi bisa membuat kalian bersama tapi jangan jadikan itu sebuah batasan untuk tetap menjadi sahabat.Walau mungkin kita bukanlah sahabat yang terhebat tapi biarkan dirinya selalu merasakan kebahagiaan telah memiliki kita dimanapun itu.
Bukan sebuah hal yang mudah untuk bisa beradaptasi dengan perasaaan ini.Dan sepertinya kita memang tak akan pernah belajar jika kita tak pernah merasakan dan mengalaminya.
Dan sepertinya “kehilangan” mengajarkan dan menyadarkan kita bahwa tak ada yang abadi dalam kehidupan ini...bahkan mungkin kehidupan itu sendiri!
No comments:
Post a Comment