Saturday, 11 February 2012

Arti Sahabat...

Arti Sahabat??

Ide ini muncul ketika adikku sedang sedih karena salah satu teman baiknya hilang terbawa aliran sungai saat rafting, dan hingga saat aku menuliskan kata kata ini belum diketemukan.

Aku bisa membayangkan bagaimana perasaannya saat ini,pasti masih ada perasaan menyangkal,sedih,dan antara dalam sebuah realita atau hanya dalam mimpi.Tadi pagi dia bercerita kalau semalam dia bermimpi tentang sahabatnya itu,terdengar isak sedih dalam tuturan katanya,dan entahlah apakah arti mimpi itu?Aku tak berani mengambil kesimpulan.”Mbak...dalam mimpi semalam kita sempat ngobrol tapi lupa ngomongin apa,tapi raut mukanya tampak damai,”kata kata itu yang terakhir aku dengar dari ceritanya.

Sedih pasti,aku yang mendengarnya saja dengan sendirinya langsung meneteskan air mata.Aku hanya bisa bilang,”bantu dalam doa,apapun hasilnya nanti itu pasti yang terbaik dan terindah buat dirinya,yang jelas jadilah teman yang baik juga, karena doa yang sekarang dibutuhkannya.”

Jadi teringat kembali ceritaku beberapa tahun yang lalu tentang salah satu sahabatku namanya Suneni.Aku dan teman teman kamarku biasa memangilnya “teteh” karena secara umur beliau lebih tua beberapa tahun diantara kami,walau kami seangkatan dan kebetulan tanggal lahirku dengan dirinya sama persis hanya beda tahun saja.Banyak cerita yang sudah kami buat bersama,bahkan terlalu banyak, ditambah “teteh”memang orang yang sangat menyenangkan selain juga cantik jadi tidak ada alasan untuk orang tidak menyukainya.

Masih teringat jelas dalam ingatanku apa yang pernah kita lakukan bersama,bahkan beberapa kegilaan dan keanehan yang mungkin kita pernah lakukan namanya juga anak muda.Bahkan sampai beliau menikahpun, masih kuingat saat ia cekcok dengan suaminya dan ingin pergi dari rumahnya dan hendak menginap dirumahku,semuanya masih terbayang.Bahkan saat kami menengok kelahiran putri keduanya,kami semua tidak sadar kalau saat itulah kami bisa bertemu dalam keadaan sehat.Karena beberapa bulan kemudian aku mendapat sms dari dirinya kalau dirinya menderita penyakit kanker usus stadium akhir,dan bisa dibayangkan betapa terkejutnya diriku membacanya karena dari kami menengok dan sms tersebut hanya berselang sekitar 2-3 bulan saja.

Aku masih tidak percaya sampai aku melihat sendiri kondisi dirinya saat sakit dan dalam proses pengobatan,sangat miris melihatnya karena keadaannya sangat berbeda dari dirinya yang biasa aku lihat.Rasanya ingin menangis saat bertemu dengan dirinya,bukan lagi neni yang cantik yang dulu aku lihat tapi seseorang dengan kondisi badan yang sangat memprihatinkan hingga sulit untuk aku ceritakan.

Sebelum bertemu dengannya aku dan seorang sahabatku memang sudah berusaha untuk tidak menangis saat bertemu dengannya dan itu berusaha aku jaga,aku gak mau melihatnya tambah bersedih dan merasa nantinya kalau aku mengasihaninya saat melihat dirinya sekarang.Kami berusaha menghiburnya walau hati ini perih dan membuat dirinya merasa kami ada,untung temanku yang satu pintar membawa situasi dan tidak membuatku berurai air mata saat kami bertemu.

Kami berteman hampir kurang lebih 10 tahun saat itu,dan walau status pernikahan membuat berbeda, kami masih tetap berhubungan dan sebelum dirinya sakit kami masih sesekali bertemu di Jakarta.Jadi rasa tak percaya benar benar dominan dan seperti mimpi saja.Terlebih saat telepon itu berbunyi dan suaminya teteh yaitu aa jimi memberiku kabar kalau teteh sudah berpulang kehadapan sang Pencipta,dan kabar itu kudengar seminggu setelah dirinya wafat.Rasanya seperti mimpi dan bingung harus bagaimana.Aku memberitahu kabar ini pada sahabat sahabat dekatku yang lainnya yang bisa kuhubungi,dan perasaan tak percaya masih ada hingga saat ini.Aku percaya walau mungkin raga kami tidak lagi bisa saling bertemu tapi jiwa kami tetap bisa saling merasakan.

Aku hanya yakin satu hal,teteh tetaplah sahabatku,kakakku dan akan selalu seperti itu walau ruang dan waktu sudah membuat kami terpisah.Perasaan kami tak akan terpisah walau mungkin aku tak bisa merasakannya,tapi aku tahu ia pasti bisa melihatku dan semoga tak kecewa telah menjadikan diriku salah satu bagian dalan cerita kehidupannya.

Bukan hanya teteh yang menjadi sahabatku,masih ada lagi sahabat sahabatku yang tak mungkin aku ceritakan semuanya karena mereka tak akan pernah bisa aku ceritakan melalui kata kata yang sangat terbatas.Tapi hanya hati yang membuat mereka selalu ada dalam diriku dan bercerita dalam diriku.
Terlalu banyak hal yang sudah kalian berikan dan membuat diriku bisa menjadi pribadi yang semoga bisa bermanfaat.

Buatku sahabat bukan  orang yang harus selalu ada disamping diriku,tapi seorang sahabat yang baik buatku adalah seseorang yang membuat sahabatnya berkembang dan bertumbuh menjadi pribadinya sendiri dan berani menghadapi kehidupannya,walau mungkin tidak sesuai dengan keinginanku.Tapi memang bukankah seperti itu kehidupan?Sahabat sahabatku bukan hanya memberi keindahan tapi juga terkadang memberiku kekecewaan tapi justru disitulah seninya buatku.Aku belajar sesuatu tidak hanya dari rasa senang tapi rasa yang lainnya.Sehingga aku bisa selalu tersadar akan realita dan mengenal banyak rasa.

Aku harus menghargai keberadaan sahabatku dan eksisitensi dirinya sebagai pribadi ditambah hampir semua temanku sudah berganti status dan secara otomatis mereka mempunyai tanggung jawab yang mungkin menyertainya.

Sebuah kebebasan yang harus aku hargai dalam diri mereka.Karena jiwa adalah kebebasan.Tak ada yang bisa mengikatnya bahkan mungkin ruang dan waktu.Jadi apalagi seorang diriku.

Semoga mereka semua dan aku tetap bisa merasakan semua perasaan itu.Dan arti sahabat...

No comments:

Post a Comment