Wednesday, 18 January 2012

Saat Indah Itu...


                              
                                                         ( Gambar diambil dari internet )

Pertama kali aku melihatnya,hanya sebuah ketakjuban yang membuat aku tak bisa berkata kata.Bagaimana bisa berkata,jika diatas kepala kita terhampar pemandangan yang tak akan bisa tergantikan apapun saat itu.

Malam itu kami berkemah di sebuah alun alun yang berupa hamparan luas padang rumput seluas kurang lebih 50 ha yang dikelilingi pepohonan edelweis, setelah perjalanan melelahkan,karena hujan menyertai kami sebelumnya.
Kami mendirikan tenda  untuk bisa beristirahat tentunya.Dan bonus malam itu sungguh luar biasa!

Malam itu kami keluar tenda, karena memang alun alun saat itu tak banyak yang berkemah.Suasana sepi memancing kami untuk ketengah alun alun menuju sebuah lingkaran yang  memang disediakan untuk membuat api unggun.Kami berencana memasak air untuk minum teh dan minuman hangat yang lainnya.Saat keluar tenda itulah,aku mulai terdiam.

Ketika kepalaku mendongak keatas dan berjalan  semakin ketengah alun alun,pemandangan yang terhampar  adalah taburan bintang bintang yang begitu luar biasa indahnya di atas kepalaku.Dan mereka menjadi sahabat kami malam itu.Bisa  dibayangkan,ketika tak ada satupun cahaya yang menerangi selain kegelapan malam.Bintang bintang itu seperti menunjukkan dirinya, tampak berwarna warni dan berkerlap kerlip dengan indahnya.Ia begitu manis menghiasi langit malam saat itu.

Semakin ketengah, bintang bintang itu semakin tampak terlihat begitu berserakan diatas.Tak ada yang menghalangi mereka untuk menunjukkan keindahan dan pesonanya.Aku sungguh tersanjung bisa menikmati suguhan indah malam itu.

Aku terduduk dipinggir lingkaran sambil memandang kagum bintang bintang yang terserak dilangit malam itu.Semua rasi yang pernah aku pelajari dahulu dan yang masih bisa kuingat tampak didepan mataku.Gugusan bintang bintang itu menjadi sajian terindah yang bisa aku nikmati.Semua terhampar dengan indahnya.Kalau aku bisa menghitungnya mungkin akan habis angka yang bisa aku sebutkan saat itu.Cahaya api dari kompor yang kami nyalakan tak cukup membuat cahaya mereka hilang.Semakin malam semakin indah cahayanya,ditemani suasana gelap sekitar yang semakin menambah kuat pancaran bintang bintang itu.Saat itulah untuk pertama kalinya aku bisa mengagumi alam.

Mengagumi semua pesona yang ada didirinya.Selama ini aku tak bisa menikmati apa yang aku lihat.Karena aku melihat hanya sekedar melihat.Tapi kali ini tidak,aku bisa melihatnya.

Saat itu aku seperti belajar kembali Astronomi,melihat nyata wajah wajah mereka tanpa bantuan alat dan gambar, ditengah kegelapan malam.Membuat aku semakin memahaminya dan mulai mengenalnya.Aku kembali sedikit mengingat apa yang pernah aku baca dan menyesuaikan dengan aslinya.Ternyata yang asli selalu lebih baik.

Benar benar keindahan yang tak terucapkan,hanya sebuah rasa syukur dan entahlah rasa apa yang saat itu aku rasakan.Karena semua tercampur aduk,ketika aku terduduk di sana dan tampak seperti secuil kecil bagian dari alam, diantara kebesaran alam yang ada mengelilingiku.Karena langit luas seperti terhampar tanpa sekat dan bumi sepertinya hanya ada ditempatku berada dan puncak puncak gunung yang tampak menjulang berdiri kokoh disamping diriku menjadi pagar alam tersendiri.Ketika kabut seperti bergerak dan berjalan menghampiri dan mengikuti panduan angin,menambah keagungan malam itu.Aku benar benar merasa sangat kecil,ada ketakutan yang menghampiriku saat itu karena melihat kebesaran alam yang ada di sekelilingku.Benar benar sangat kecil diriku ini, mungkin aku hanya setitik bagian dari alam.

Bintang bintang itu tersaji layaknya permadani luas yang menutupi langit malam.Dan mereka berkumpul seperti langit hanya ada ditempatku berada,tak ada tempat lain.Cahayanya berkerlip layaknya tata lampu alam.Mereka benar benar pemandangan luar biasa yang tak bisa kulukiskan dan kuceritakan dengan baik.Semua bintang bintang yang indah itu,berkumpul membuatku tak bisa bicara.Hanya sebuah kesunyian yang berbicara.

Rasanya aku ingin mengabadikan momen saat itu yang apakah mungkin bisa kuulang kembali nantinya.Tapi rasanya kamera yang aku bawa tak akan bisa menyimpan memori yang aku lihat saat itu.Aku jadi teringat sewaktu pertama kali aku mencoba memfoto bintang disuatu malam di luar rumahku tentunya,dan ternyata hasilnya hanya hitam tak seperti yang aku lihat,betapa bodohnya aku saat itu.Aku sempat bingung,tapi kemudian adikku bicara begini,”gak akan ada yang bisa menggantikan mata kita mba,biar kamera canggih sekalipun yang memfotonya,tak akan bisa menghasilkan seperti apa yang bisa kita lihat sekarang.”

Hmmm...benar juga kata adikku.Mata kita adalah kamera alami dengan kecanggihan super yang akan menerima sensor keindahan yang tersaji dengan sangat baik.Coba saja bandingkan sendiri.Teleskop saja hanya alat bantu untuk melihat karena jaraknya terlalu jauh.

Dan aku tak pernah mencoba mengabadikan kembali bintang bintang yang aku lihat di atas kepalaku.Aku hanya akan menikmati keindahannya dengan rasa kagum.

Sebuah rasa yang hanya bisa dirasakan saat itu,dan akan selalu menjadi kenangan terindah yang tak akan pernah bisa kulupakan.Tak akan bisa!

TERIMAKASIH ALAM.

No comments:

Post a Comment