Sebenarnya air terjun itu bukan tujuan kami,tapi setelah perjalanan melelahkan menuju puncak,tak ada salahnya kalau kami mampir di tempat itu.Toh,mungkin hanya setengah jam perjalanan hingga mencapai tempat itu.Itu kalau kita berpatokan papan petunjuk yang menuliskan jarak 500 meter,tanpa menuliskan detail jalan yang nantinya harus kami lewati,apakah menanjak berkelok,atau lurus menikung tak ada penjelasan pasti.
Kami sempat mengurungkan niat itu karena salah satu teman kami sudah kelelahan dan ingin segera turun.Memang sih idenya dari aku,tapi kan juga mereka berhak menentukan pilihan merekan sendiri.Akhirnya,aku tetap turun ke air terjun itu bersama temanku dan temanku yang kelelahan kami suruh menunggu peralatan kami di shelter.Seperti itu perjanjian awalnya,”ternyata...temanku gak mau ditinggal sendiri nih.”
“Aku ikut aja..masak aku sendirian disini,”jawabnya kemudian,setelah merenung sebentar.Mungkin dia berpikir kalau sendirian disini dan menunggu di tengah hutan kayak gini,takut malah dia jadi penunggu hutan nantinya ha ha ha ha
“Terus peralatan kita gimana?”tanyanya kemudian.
“Ahhh,emang siapa yang mau nyolong peralatan kita ditengah hutan kayak gini?”,sahutku santai.
“Eh,jangan salah...siapa tau ada harimau mau ngecamp terus dia butuh tenda dome,kan lumayan gak usah beli mahal mahal,”lanjutnya lagi.
“Ya sudah kalau gitu kamu aja yang disini,”sahutku asal.
“Gak mau ahh,kalau sendirian,”balasnya kesal.
“Udahlah,gak usah kita ribut masalah semua barang,toh kita kesini juga niatnya baik dan kalau semua barang harus hilang,anggep aja kita sedekah,”aku pun menjawab sedikit ketus.
Sebel juga sih,masalah kayak gini aja harus diributin,emang penting ya?
Aku selalu berpikir seperti itu,”emang penting ya”
Padahal mungkin untuk beberapa orang ada hal hal yang menurut mereka penting dan menurut aku tidak penting.Seharusnya aku bisa berpikir bijak dan belajar untuk menilai sesuatu bukan hanya dari sudut pandangku saja,tapi itulah aku selalu menonjolkan egoku.
Akhirnya,setelah teman temanku juga memberikan pendapatnya,kita semua turun mencari “curug cibeureum”.Dan barang barangpun semua ditinggal di shelter,kecuali tas kecil kami masing masing.Kami Cuma berharap,semoga saja penunggu hutan disini mau berbaik hati menjaga barang barang kami,ha ha ha ha(ngarep banget ya).
Perjalanan dimulai dengan jalanan yang sedikit menurun pada awalnya,kontur tanah yang menurun tajam dan trek kesana yang bukan tanah tapi batu batuan cukup membantu karena kalau hujan mungkin jalur yang akan kami lewati pastinya akan sedikit menyulitkan.
Kami terus berjalan mengikuti jalur yang sudah tersedia,memang sepertinya air terjun di sini cukup terkenal.Karena dari pengalamanku mengunjungi air terjun,biasanya kalau tempat itu masih jarang dikunjungi dalam arti”masih perawan” pastinya jalur yang akan dilewati akan sedikit sulit.
Tampaknya akses kesini sudah diperhatikan.
Terdengar suara hempasan air yang memecah batu batuan seperti air yang turun dari ketinggian.Ya iyalah kita kan emang mau ke air terjun.”Bentar lagi nih,airnya dah kedengaran...,”temanku menjawab.
“Jangan pernah tertipu,biarpun kedengaran deket jangan kamu pikir dia ada di depanmu,”sahut temanku yang lain.
Ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh temanku tadi.Alam memang selalu mengajarkan untuk bisa dipercaya,tapi bukan kepercayaan “semu” yang hanya bisa dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga.
Kenapa begitu?Kenapa begini,haduhhh
Maksudnya begini,ketika kita melihat sesuatu dengan mata kita,apa yang kita lihat bukanlah apa yang sebenarnya kita lihat.Bisa ngerti maksudku gak?
Kayaknya gak deh.
Gampangnya gini deh,pernah melihat gunung yang tinggi atau lautan yang luas atau mungkin angkasa yang menjulang tinggi?
Apa yang kalian lihat?
“Ya,seperti itulah yang kita lihat dengan mata telanjang kita tanpa kita mencoba mendekatinya”.
Coba kalau kalian mendekati gunung itu dan kemudian menaiki gunung itu dan akhirnya sampai di atas puncaknya,atau kalian pergi mendekati laut yang luas dan mencoba menyelaminya,atau kalian pergi ke angkasa dan merasakan sendiri seperti apa angkasa itu.
Pasti kalian akan berpikir berbeda dan mungkin malah menjawab,”wah,ternyata gunung itu bisa di daki dan ternyata sebagian orang bisa mencapai puncaknya walau melelahkan.Biarpun tidak seperti kelihatan pertama kali,saat kita memandangnya,ia tampak begitu sangat besar dan membuat kita ciut bila melihatnya”.Sama halnya dengan lautan dan mungkin angkasa,kalau angkasa jujur aku belum pernah kesana dan kayaknya kalau aku bisa kayak “astronout” kemungkinan tak ada kata kata yang bisa aku keluarkan dari bibir ini.
Hmm...melihat bintang yang berserakan di sana dan bagaimana galaksi bima sakti itu sebenarnya.Apakah milky way itu,terus seperti apa bulan itu,bukan hanya sekedar gambar dan katanya.
Sepertinya,pengalaman yang bakal terkenang seumur hidupku,bisa berdekatan dengan alam semesta yang lainnya,bercengkrama dan berbicara dalam “diam”.
Ah,sudahlah,back to the story...mulai ngelantur nih
Sampai juga kami di tepi air terjun tadi,setelah beberapa kali kami sempat terpeleset oleh batu batu yang licin,akhirnya datang juga.Kami terpana melihat pemandangan yang ada di depan kami,seperti orang yang tak pernah melihat air saja.Ia meluncur dari ketinggian sekitar 20 sampai 30 meterlah kurang lebihnya,ada 2 buah dengan jarak yang hanya sekitar 100 meterr tapi terhalang oleh pepohonan.Tapi cukup membuat kami sedikit terhibur dengan deburan air yang jatuh kebawah dan menimpa percikannnya mengenai wajah kami.
“Segernya...,”kami berkata pada diri kami masing masing,lumayan juga nih,setelah beberapa hari gak kesiram air alias gak mandi.Rasanya kayak orang yang puasa ketemu air minum,huhh...tak terucapkan deh.Padahal,air terjun sama saja seperti air terjun yang lainnya,yang pernah kami kunjungi.
Tapi menurutku,setiap tempat akan memberikan artinya tersendiri dan cerita yang berbeda dari tempat yang lain,walaupun tempat itu namanya sama.Seperti air terjun ini dengan yang satunya pasti berbeda,atau gunung ini dengan gunung yang lainnya,atau laut ini dengan laut yang lainnya.
Itulah alam,yang akan selalu mempunyai cerita yang berbeda untuk setiap tempat dan petualangan.
Ia selalu menyediakan “spirit”yang berbeda untuk setiap cerita.
No comments:
Post a Comment