Wednesday, 30 June 2021

Hari ke 4

Sepertinya hari ini adalah hari penerimaanku, menerima apapun yang ditimbulkan oleh si virus tak ada lagi usahaku untuk menjaga apa yang akan terjadi tidak terjadi. Ketika hari ini hidungku mampet, tubuhku diare dan beberapa kondisi demam yg tidak begitu signifikan dan kepala pusing, ya sudahlah....

Ketika hidung mampet dan anosmia menjadi sesuatu yang abu-abu ya sudahlah, belajar menikmati apapun yang memang harus terjadi. Tak ada intervensi atau menyalahkan kondisi siapa yang memyebabkan aku bersahabat dengan virus ini. Virus ini ada untuk membuat aku merasakan sesuatu dan tahu sesuatu, tak ada yang harus aku takuti lagi walau ia memberikan keluhan yang sangat tidak nyaman. Tapi semua ini memang harus berjalan dan terjadi seperti ini. Tak ada yang salah yang menularkan karena bs jadi dia tidak tahu dan edukasi sepertinya menjadi solusi bagaimana menjalani kondisi saat ini. 

Semangat Sore....God Bless...

Monday, 28 June 2021

Corona dan Anosmia...

Pagi ini aku mau buat cerita tentang corona,karena beberapa hari ini saya isolasi terindikasi bersahabat dengan corona ini. Hari pertama saya belum ada keluhan berat hanya demam dan flu ringan dan saya coba skrinning awal hasilnya positif,tapi saya sudah merasa beda dengan tubuh saya dan saya butuh istirahat karena saya harus bekerja tadinya karena beberapa hal. Akhirnya saya bisa istirahat dan minum beberapa obat yang tidak saya inginkan sebenarnya. Hari kedua flu semakin parah walau sudah diobati,tidur mulai susah karena posisi terlentang hidung mampet ditambah batuk malam hari. Saya coba healing dengan meditasi ringan setiap kali badan bisa diajak kerjasama, lumayan bereaksi tapi masih belum maksimal. Makan dan istirahat sudah pasti. 

Hari ketiga, pagi ini lumayan panik...gimana gak panik pagi-pagi bangun karena semalam tidur lumayan enak, kok tiba2 gak bisa nyium hello...hello...kenapa tubuhku pagi ini ha....xx panik sesaat.
Aku coba uap panas tambah kayu putih gak ngaruh mampetnya,bawang putih lewat....parfum,bayfreh aku semprot juga lewat ha...xx akhirnya ak meditasi dan healing apa yang seharusnýa saja...ya sudah kl ternyata harus tidak bisa mencium sementara,ya mungkin aku diajarkan untuk bisa mensyukuri kelimpahan yang diberikan sebelumnya. Bagaimana nikmatnya makan sambil mencium bau aroma masakan yang aku buat, dan bagaimana juga rasanya menikmati makanan tanpa bisa mencium aroma masakan yang aku makan karena mampet hidungnya ha...xx

Banyak hal yang diberikan oleh corona ketika kita bisa melihat semuanya dari sudut pandang lainnya. Belajar untuk mengendalikan diri sendiri bukan mengendalikan orang lain. Belajar mengatur diri sendiri bukan mengatur orang lain. Belajar tidak membuat pikiran bekerja terlalu banyak dan membuat opini tentang orang lain tapi lebih introspeksi diri sendiri. Melihat banyak hal dalam diri sendiri sebelum melihat orang lain. Berkaca tentang diri sendiri bukan orang lain. Berekspetasi tentang diri sendiri bukan orang lain. Apapun alasannya lihat diri sendiri, sebaik baik diri adalah orang yang bisa melihat dan mengenal dirinya sendiri dengan baik bukan melihat orang lain dengan sangat baik. Menghargai diri sendiri dengan sebaik baiknya dengan mencintai diri kita dan memperlakukannya dengan layak. Dan beberapa waktu lalu saya terlalu membuat diri saya lelah dengan banyak hal dan saya menuntut diri saya terlalu banyak, saatnya saya membiarkan tubuh saya beristirahat dan menyembuhkan dirinya sendiri.

Terima kasih untuk semua pembelajaran ini. Dan saya paham apa yang membuat imunitas kita bisa turun, diri sendiri....Selamat pagi dan selamat menikmati semua kelimpahan hidup yang diberikan setiap saat, Tuhan memberkati...

Monday, 24 May 2021

Penerimaan dan Keikhlasan....

Ketika seseorang terluka atau merasa disakiti atau tersakiti, hal ini menjadi momok atau bagian yang tidak pernah selesai dengan baik jika tidak dipahami dengan baik pula. Bagaimana maksudnya??
Ini terlihat pada reaksi setiap manusia yang tersakiti atau terluka, bagaimana ketika dia bertemu atau pemicu luka itu muncul. Luka atau perasaan apapun yang dirasakan oleh setiap manusia ada yang mungkin sembuh dengan baik ada sebaliknya. Ketika aku melihat reaksi beberapa orang di sekitarku, yang saat pemicu luka muncul melakukan reaksi yang sama, marah atau kesal atau apapun. Akhirnya saya membuat kesimpulan bahwa jika tidak diselesaikan dengan baik luka itu akan kembali dimunculkan atau dirasakan kembali. Otak manusia adalah kotak memori yang menyimpan banyak hal dalam setiap masing-masing kehidupan manusia, apapun bisa dimunculkan setiap saat, tergantung input atau pemicunya.

Ketika semua hal tidak diselesaikan atau tidak dibicarakan dengan baik atau bahkan dibiarkan saja hanyalah menjadi satu hal yang menunggu waktunya meledak atau keluar. Dan penyelesaiannya adalah penerimaan. Maksudnya seperti apa?Karena tidak semua bisa dibicarakan terkait banyak faktor misal karakter atau sifat seseorang, jika orang tersebut bisa mengkomunikasikannya dan orang yang ingin diajak berkomunikasi setuju ya bisa dibicarakan bila tidak yang tidak mungkin bisa dibicarkan. Intinya ada keinginan yang sama baru bisa dibicarakan dan mungkin diselesaikan. Jika salah satu tidak berkenan ya hanya menjadi impian semata atau bertepuk sebelah tangan. Dan disinilah penerimaan itu dibutuhkan, menerima kenyataan bahwa tidak semua hal bisa menjadi matematis atau dicerna oleh logika. Bahkan ketika logika itu sendiri menuntut penjelasan, karena bila orang lain tidak mau melakukan hal yang sama dan membuat pembenaran sendiri dengan keyakinan atau pembenarannya sendiri, apa mau dikata?? 😁
Penerimaan pada kondisi ini salah satu alternatif solusi yang baik walau mungkin tidak tepat, karena penerimaan itu butuh syarat tertentu sebuah keikhlasan. Dan ini yang menjadi syarat atau ketentuan yang cukup sulit. Karena penerimaan tanpa keikhlasan adalah mustahil, karena dua hal yang terkait. Jika sudah ada penerimaan pasti ada keikhlasan dan jika sudah ikhlas pasti bisa menerima. Sesimple itu hasilnya tapi prosesnya tidak semudah itu, pelajaran yang cukup sulit SKSnya diatas 3 sepertinya, kalaupun belum bisa selesai pelajarannya paling remedial 😁😁

Sunday, 23 May 2021

Perasaan Dianggap atau Diabaikan....

Tiba - tiba saya merasa ingin menuliskan ini, karena selintas dipikiran saya adalah ternyata ini bisa membuat orang jengkel atau kesal. Terlebih jika yang diabaikan adalah orang tua. Bagaimana bisa saya berasumsi seperti ini? Karena ada beberapa kejadian yang disampaikan orang tua kepada saya, jadi intinya untuk orang tua kebanyakan tidak dianggap atau diabaikan itu menyakitkan. Saya bisa paham, karena saya mengerti seperti apa rasanya diabaikan atau dicuekin istilah sekarang.

Kemudian saya mencoba menganalisa apa yang membuat seseorang tidak dianggap atau dicuekin kemudian orang tersebut bisa menjadi kesal. Karena semua itu berawal dari perasaan atau kalau secara adat atau tradisi ada yang namanya tata krama dan ini semua yang menjadi sumber permasalahan. 

Tata krama atau budaya atau adat istiadat dibuat oleh manusia untuk mengatur kehidupan bersosialisasi pada awalnya. Bagaimana manusia bersikap terhadapa manusia lainnya. Dan untuk budaya ketimuran hal ini masih kuat dipegang oleh masyarakat kebanyakan, dan ini yang menjadi sumber masalahnya. Kenapa sumber masalah karena sudut pandang akan menjadi berbeda ketika ada yg mengikuti dan ada yang tidak. Buat saya pribadi ketika itu membawa kebaikan bisa saja layak saya pertimbangkan untuk diikuti, bila kurang bermanfaat mungkin saya akan mencoba mempertimbangkannya. 

Secara pribadi saya fleksible dengan budaya, dalam artian bahwa ketika budaya bisa mengatur kehidupan menjadi baik tidak masalah,tapi kalau membuat rumit buat apa??kembali ke pilihan masing masing.

Kembali ke permasalahan diabaikan, perasaan ini jika tidak bisa dikelola dengan baik membuat energi manusia terkuras. Bagaimana tidak terkuras, jika orang yang merasa diabaikan atau memang diabaikan berpikir dan mencari alasan kenapa dia merasa dan diperlakukan seperti itu. Ketika pikiran itu mencari sebuah alasan, pikiran bekerja dan ketika bekerja energi diperlukan. Dan menjadi masalah jika alasan yang menurut kita pas tidak ditemukan, berapa banyak energi yg dibuang oleh pikiran untuk bekerja mendapatkan alasan? Oleh karena itu, saya mendapatkan pelajaran yang berharga bahwasanya setiap manusia tidak mau dirinya diabaikan atau tidak dianggap dengan alasan apapun, karena bisa jadi itu hal kodrati setiap manusia. Ketika dia dianggap atau tidak diabaikan, manusia merasa dirinya berarti atau keberadaan dirinya aman dan bisa jadi sebaliknya yang terjadi. Dan saya pun belajar untuk merasa baik-baik saja ketika diri saya diabaikan oleh orang lain dengan alasan apapun. Karena saya tidak mau energi saya terbuang untuk sebuah pencarian yang sia-sia. Karena pembenaran hanyalah bagian dari ķeyakinan yang dimiliki manusia untuk bertahan hidup. Semua hanyalah mekanisme manusia untuk tetap eksis sebagai individu, entah benar atau tidak sekali lagi ini hanyalah opini pikiran saya saat ini, bisa jadi bukan kebenaran mutlak untuk semua orang.

Dan ketika perasaan ini menjadi luka batin, ini yang sulit untuk dilihat nyata. Karena batin bermanifestasi dengan banyak hal 😊

Setiap orang akan bereaksi berbeda - beda  dengan perasaan ini, tapi saya hanya mencoba membuat diri saya merasa aman dan berdamai dengan diri saya sendiri dengan mencoba untuk tidak bereaksi berlebihan bila kenyataan terjadi pada saya.

Monday, 3 May 2021

Mimpi....

Beberapa hari yang lalu saya terbangun dari tidur dan tiba - tiba saya ingat mimpi saya malam itu. Saya jarang ingat mimpi saat tidur dan ini mimpi kedua yang saya bisa ingat detail mimpinya. Jujur, saya bukalah tipikal orang yang bisa ingat dengan mimpi. Dan mimpi saya ini menurut saya saat terbangun adalah mimpi yang lucu. Walau saat mimpi itu terjadi saya merasakan ketakutan. Dan mimpi sebelumnya saya juga merasakan ketakutan. Awalnya saya berpikir ini hanya mimpi saja dan lucu adalah kesan yang saya dapatkan ketika terbangun. Saya bercerita tentang mimpi ini pada adik dan teman saya. 

Dan pada saat bercerita ini tiba-tiba saya teringat dengan mimpi saya sebelumnya. Kemudian saya tersadar dengan pola yang diberikan oleh mimpi tersebut. Walau mungkin konteks mimpinya berbeda, saya menemukan satu benang merah yang sama yaitu rasa takut. Karena hal impresif yang saya dapatkan adalah hal tersebut. Saat bercerita dengan adik saya, saya ungkapkan juga kesan yang tangkap dari mimpi tersebut dan kami berdiskusi beberapa hal. Point pertama yang saya tangkap adalah rasa takut, kemudian pertanyaan saya berlanjut adalah takut darimana dan pada siapa??Karena dimimpi saya terakhir adalah sesuatu hal yang agak aneh dan cenderung nyeleneh. Bagaimana tidak jika lipstik adalah bintang utamanya. Ketika saya mencoba menganalisa hal tersebut, saya merefleksikannya pada diri saya sendiri. Kenapa kedua mimpi tersebut memunculkan rasa itu dalam pola yang hampir sama. Ketika sebuah hal menjadi sesuatu hal yang menakutkan dan ketakutan tersebut menjadi  irasional.

Saya kembali berpikir bahwa ada banyak hal dalam hidup saya yang menjadi tidak masuk akal untuk bisa menjadi bagian dari ketakutan. 

Tuesday, 27 April 2021

Tanpa Judul....

Semua bermula dari rasa iri....Tanpa sadar kita merasa seperti bisa menerima kondisi yang terjadi. Tapi pada kenyataannya, tingkah laku kitalah yang akan memperlihatkan apa yang sebenarnya kita rasakan. Aku adalah orang yang sulit mengetahui apa yang aku rasakan, mksdnya ak terkadang sulit memahami atau mengenal perasaanku sendiri. Beberapa kali aku selalu membutuhkan waktu untuk memahami perasaanku sendiri. Terkadang ketakutanku tentang perasaanku sendiri yang membuat aku sulit mengenali perasaanku. Entahlah apa yang salah dengan perasaanku??

Aku selalu berusaha mengetahui seseorang itu tulus atau tidak. Padahal tulus atau tidaknya seseorang bukanlah urusanku. Yang menjadi urusanku adalah apa yang aku lakukan tulus atau tidak bukan apa yang orang lain lakukan. Karena kita seringkali melihat sesuatu dari perspektif orang lain, kita sibuk dengan apa penilaian orang lain dan bagaimana orang lain bersikap. Kita disibukkan dengan hal tersebut, dan kita berusaha mencari pembenaran untuk hal hal tersebut termasuk diriku sendiri. 

Akhirnya aku sadar bahwa tidaklah egois ketika kita tidak memikirkan perspektif orang lain dan tidak berusaha melihat kacamata orang lain. Membiarkan orang melihat sesuatu dengan kacamatanya sendiri dan kita dengan kacamata kita sendiri, membuat kita tidak menilai apapun. Dan sebuah kedamaian yang akan kita rasakan. Tak perlu kita harus memperdebatkan sesuatu yang sudah jelas berbeda dengan membuang banyak energi kita atau sekedar memikirkannya. Tapi lebih menjadi sesuatu yang membuat kita bisa menerima semua apa adanya dan bukan satu hal yang mudah pastinya. Menerima semua apa adanya bukan sebuah konsep tapi realita....

Thursday, 22 April 2021

.....

Berita duka aku dapatkan pagi ini. Budeku meninggal dunia, dalam istilah jawa bude adalah ibu gede atau kakak dari orangtua kami. Dan kebetulan budeku ini paling dekat denganku, entah bagaimana kami bisa saling bercerita sebelumnya. Beliau selalu menelponku terlebih terkait kesehatan beliau sebelumnya. Dan kedekatan kami memang layaknya ibu dan anak...beliau ibu keduaku, tidak ada kesungkanan kami saat bercerita. Beliau sangat paham tentang anak perempuannya yang satu ini. Susah untuk saya berkata kata saat ini. Tapi satu hal yang saya ingat adalah kesabaran dan keikhlasan yang beliau ajarkan. Gak ada lagi sapaan khas yang akan muncul saat aku bertandang kerumahnya. Tak ada lagi masakan khas yang bisa aku kenali saat aku mampir kerumahnya. Dan tak ada lagi cerita keluh kesah yang terkadang membuat kami tertawa. Aku tidak ingin menangis, tapi saat mengingat semuanya, tanpa bisa aku tahan ia keluar dengan sendirinya. Dan beliau pergi dalam ketenangan dan beliau tidak ingin merepotkan semuanya. Jiwa sosialnya yang tinggi yang menjadi ciri khas perempuan jawa pada umumnya....Semua sudah selesai, dan saya yakin sebuah ketenangan yang menyertai beliau walau komunikasi kami terakhir tidak maksimal terlebih saat pandemi. Tapi interaksi kami sebelumnya yang lebih bermakna, bagaimana bentuk supporting yang kami lakukan satu sama lain. Terima kasih untuk semua hal yang sudah ibu lakukan untuk sayaaaa...love u budhe...