Sunday, 29 May 2016

Mengenal Diri Sendiri...

Selama ini,aku merasa mengenal diriku sendiri. Tapi kenyataannya aku tidak pernah mau membuka hatiku untuk bisa menerima diriku sendiri dan memeluknya apa adanya.

Aku terlalu sibuk dengan pemikiran-pemikiran yang pada dasarnya tidak penting atau mungkin tidak berguna.

Merasa tahu siapa diriku tapi tak pernah mau benar-benar mengenal diriku yang sebenarnya. Karena mengenal diri sendiri hanya membutuhkan keterbukaan hati kita untuk kembali melihat siapa sebenarnya diri kita yang hakiki. Hingga saat ini pula aku masih lupa dan belum dapat melihat jati diriku yang sebenarnya secara utuh.

Diri kita selalu memberikan sinyal pada kita untuk dapat kembali mengingat apa yang seharusnya kita ingat dengan berbagai cara, tapi kita seringkali tidak pernah memberikan sedikit ruang pada pikiran kita untuk sedikit saja beristirahat dari hal-hal duniawi yang seringkali hanya sebuah pengalihan saja. Pengalihan ini hanyalah sebuah cara dari kebingungan diri terhadap apa yang seharusnya dilakukan, bukan hal besar yang terkadang diinginkan oleh diri kita sejati lakukan, hanya hal-hal kecil tapi dampak yang berikannya lah yang mungkin besar daripada yang dilakukannya.

Monday, 23 May 2016

Jelajahi apa yang ingin kau jelajahi

Setiap manusia pada dasarnya mempunyai keinginan. Ingin ini atau ingin itu, mempunyai mimpi ini dan mimpi itu....

Dan yang paling penting dari itu semua adalah mewujudkannya. Satu hal yang selalu aku inginkan adalah penjelajahan, entah kenapa aku selalu tertarik dengan hal ini. Semenjak sekolah dasar aku menyukai ekstra kulikuler ini jaman aku namanya pramuka. Menurut aku menariknya adalah ketika kita mencari jejak,karena ketika kita bisa menemukan petunjuk yang jelas pada akhirnya kita akan menemukan apa yang seharusnya kita cari.

Hal ini selalu menarik hingga aku dewasa, pencarian selalu menarik dalam hidupku.

Mulai dari hiking hingga pergi ke sebuah tempat yang jauh dari keramaian dan menurutku menarik. Hal tersebut begitu menarik dan membuat aku merasakan sebuah kehidupan. Entah apa yang aku lakukan dikehidupan lalu yang membuat aku begitu tertarik dengan sebuah pencarian, apakah dikehidupan lalu aku mencari sesuatu yang belum aku temukan hingga passion yang aku inginkan adalah mencari?

Perjalanan atau orang bilang traveling adalah sebuah kehidupan buatku. Kenapa aku mengartikannya seperti itu, karena melalui perjalananlah aku belajar mengenal diriku sendiri, terlebih perjalanan yang kita lakukan sendiri. Karena disaat kita sendiri, kita mempercayakan segala sesuatunya pada diri kita sendiri. Ketika kita sendiri ada banyak hal yang muncul yang tanpa kita sadari dan pelajari. Ketika kita ragu dan takut, terlebih saat memulai suatu perjalanan, di saat itulah kita belajar dalam kehidupan kita sendiri untuk tidak takut dengan kesendirian, berani mempertaruhkan diri kita pada sang kehidupan,karena pada hakikatnya manusia memang sendiri. Terlahir seorang diri melalui seorang ibu dan pada akhirnya meninggalkan kehidupan ini pun seorang diri. Yang terpenting dari itu adalah bahwa dengan berjalan seorang diri kita hanya bergantung pada diri kita dan semesta. Mempercayakan semua hal yang akan kita lalui pada semesta, karena siapa lagi yang bisa kita percaya?

Karena ketika kita sendiri dalam traveling, tak ada yang kita ketahui diluar diri kita sendiri.

Hal inilah yang menguji batas diri kita sendiri sampai dimana ketakutan kita bisa mempengaruhi kehidupan kita. Entah bagaimana, sampai saat ini ketika memulai sebuah perjalanan aku selalu merasakan ketakutan dengan beberapa hal. Dan aku sadari bahwa dengan kita takut, aku dibawa kepada kepasrahan, sehingga dengan rasa takut aku selalu diingatkan bahwa inilah kemanusiaanku sendiri.

Dengan traveling, kita juga menemukan banyak sisi lain dari kehidupan sehingga kita mempunyai banyak warna yang mengisi dan memberi makna dalam kehidupan kita. Kenapa orang yang merasa jenuh dengan kehidupan selalu memberi solusi bagi dirinya dengan jalan - jalan, karena diri kita pada dasarnya adalah jiwa yang selalu bertumbuh dan berubah. Memberikan kebebasan pada jiwa kita untuk selalu bertumbuh dalam sebuah perjalanan, sehingga jiwa kita merasakan passion yang memang diinginkannya.

Saturday, 6 February 2016

Reaktif...

Entah apa yang sebenarnya terjadi dengan perasaan. Dan apa yang seharusnya dilakukan dengan perasaan? Kenapa manusia mempunyai perasaan dan apakah yang diinginkan oleh perasaan itu. Selama ini,manusia hidup berdampingan dengan perasaan.

Saat aku mengikuti meditasi tanpa objek, ada saat ketika pembimbingku mengatakan bahwa kebanyakan kita terlalu bereaksi dengan objek dan bahwa tidak ada dualitas dalam kehidupan ini, yang ada adalah apa adanya. Dan ternyata memang tak bisa dipahami dengan pikiran,karena semua masalah hati. Tak perlu kita bereaksi terlalu berlebihan dengan sesuatu atau objek. Seringkali kita terlalu reaktif dengan banyak hal yang tak perlu. Malah mungkin tak perlu ada reaksi, karena reaksi hanya menghabiskan energi dalam diri kita sendiri.

Hal ini aku sadari dan terkadang tidak mudah menghadapinya,karena kemanusiawian kita. Dan ini yang sering menjadi batu sandungan dalam diriku sendiri.

Sunday, 24 January 2016

It’s all about choice....

Tak ada yang pernah tahu seperti apa kehidupan itu nantinya. Yang pasti kita tahu adalah hidup yang kita jalani sekarang.Terkadang kita sering berkata,"saya gak tahu kalau hidup saya itu sekarang bakal seperti ini."
Padahal kalau kita mau sadari bahwasanya kehidupan kita itu adalah hasil kreasi kita sendiri, lepas dari campur tangan tuhan dan skenario yang sudah disediakannya.Tapi pada dasarnya kita sendirilah yang menentukan kehidupan kita itu akan seperti apa dan ingin dibuat apa juga tuhan memberikan kebebasan untuk kita memilihnya.

Kita sering tidak menyadari hal itu semua,kalau hidup kita berdasarkan apa yang kita pilih. Dan pastinya kita semua dibimbing untuk memilih hal tersebut. Aku pun menyadari hal tersebut!

Bagaimana ketika kita bingung menentukan pilihan karena kita lupa dan merasa pilihan hidup terlalu banyak dan tuhan memang sengaja membiarkan kita menentukan apa yang kita pilih untuk kehidupan kita sendiri bukan?

Tuhan adalah kebebasan, karena ia ingin kita mengerti tentang arti sebuah pilihan. Walau mungkin terkadang pilihan itu seringkali seperti mata pisau yang mempunyai dua sisi yang terlihat sama tapi berbeda.

Demikian pula dengan pilihan,terkadang kita merasa pilihan itu seperti mata pisau dan bingung memilihnya karena kita takut merasakan efeknya atau hasilnya yang kita tak pernah tahu. Sama halnya dengan diriku yang pernah mengalami pergumulan saat pertama kali aku menentukan apa yang ingin aku jalani sendiri,bukan yang orang tuaku inginkan.Yang pertama aku lakukan adalah masalah pekerjaan, aku memilih untuk tidak menjadi pegawai pemerintahan, walaupun saat itu aku hanya tinggal melanjutkan ikatan dinasku untuk menunggu sebuah proses.Yang kedua adalah masalah jodoh he...xx saat itu aku juga memutuskan sesuatu tanpa kompromi dengan kedua orangtuaku,ketika aku membuat sebuah keputusan untuk mengakhiri sebuah hubungan yang terlalu serius dan semua hal itu adalah pembelajaranku dalam menentukan kehidupanku sendiri. Dan tak ada yang aku sesali, semua membuatku yakin akan kehidupanku sendiri...
I’m really on my own right path!

Karena memang pada dasarnya bukan hal tersebut yang seharusnya aku jalani, saat itulah aku menentukan sendiri apa yang aku inginkan dengan semua perdebatan dari orangtua, dan bahkan diriku sendiri,dan sekitarku. Tidak mudah memang menentukan langkah pertama,karena hal tersebut yang akan membuat kita menjalani perjalanan hidup selanjutnya yang tak pernah kita bayangkan sensasinya, passionnya, sampai kita menyadarinya. Semua itu adalah hasil dari pilihan yang aku buat  saat itu. Mungkin kalau aku memilih hal lain pun, mungkin akan ada kehidupan yang lain yang pastinya jalan ceritanya tidak seperti yang aku rasakan sekarang!

Satu hal yang aku sadari bahwa kita akan selalu dibimbing untuk melakukan apa yang memang seharusnya kita jalani. Sadar atau tidak sadar,hati kita senantiasa membantu kita menemukan apa yang seharusnya kita lakukan untuk tahu apa yang seharusnya kita jalani. Coba saja kalau kita melakukan apa yang memang tidak seharusnya kita jalani,sering kita merasa bingung atau hati kita seperti kacau rasanya atau bahasa gaulnya galau,tak ada kedamaian atau ketenangan, karena hati kita berusaha untuk memberitahukan apa yang seharusnya kita lakukan bukan berdasarkan keinginan, sampai kita menyadarinya.

Kita akan tahu bahwa apa yang kita pilih adalah mungkin benar atau sesuai,saat kita merasakan hati dan diri kita merasakan kedamaian dan ketenangan.Karena tak ada pertentangan dari keduanya, saat itulah kita tahu kebenarannya mungkin.

Karena apa yang kita rasakan nanti berawal dari pilihan apa yang kita buat sekarang. Ada pembelajaran yang memang seharusnya kita dapatkan sampai kita memahami dan menyadarinya. Karena ini memang masalah pilihan..apapun pilihannya!

Hidupku adalah pilihanku bukan pilihanmu atau pilihannya!

Just enjoy it...

Sunday, 10 January 2016

Hidup dan Pilihan ...

Kebanyakan orang akan berkata bahwa hidup adalah masalah pilihan! Apapun pilihannya, dan yang sering tidak kita sadari adalah ketika seseorang telah membuat pilihan dalam hidupnya dan untuk kehidupannya,tak ada orang lain yang berhak menilai atas pilihan tersebut. Kita terkadang merasa mengerti dan tahu apa yang terbaik untuk kehidupan dan hidup orang lain sehingga tanpa sadar kita sering mengendalikan kehidupan orang lain selain kehidupan kita sendiri. Hal ini pula yang sering aku lakukan, merasa mengerti apa yang terbaik untuk orang disekitarku sampai aku menyadari bahwa tak ada yang tahu apa yang terbaik untuk dirinya selain dirinya sendiri,jadi apapun pilihan orang akan hidupnya, hargai saja walaupun menurut kita tampak tidak baik sekalipun.

Sunday, 15 November 2015

tuhan penjaga yang paling setia...

Ini hal yang paling aku sukai.Ketika kita akhirnya bisa menyadari bahwa tuhanlah penjaga yang paling setia dan paling bisa diandalkan.Aku merasakannya dibanyak kesempatan dan tak terbatas oleh waktu. Kalau harus diceritakan, rasanya tak cukup blog ini menampung semua ceritaku.

Tuhan adalah hal yang paling indah sekaligus hal absurb yang paling nyata.

Kesetiaannya tak tertandingi dan penjaga yang paling sangat diandalkan, terutama untuk diriku dan bahkan untuk kita semua tak terbatas dimensi apapun. Tapi sekali lagi ini semua ini harus disadari dengan sepenuh hati dan semuanya akan begitu mudah untuk dirasakan dan bahkan untuk dipahami. Semuanya akan terbuka dengan sendirinya tanpa usaha apapun. Banyak hal akan mudah untuk "dimengerti" tapi bukan oleh pikiran.

Sunday, 1 November 2015

Takdir atau Nasib....?

Perkataan ini muncul,setelah aku mendapat pertanyaan dari seseorang yang bertanya padaku apa perbedaan takdir dan nasib. Sebenarnya aku sendiri tak mengerti pasti,hanya sering mendengar kalau kata-kata ini seringkali orang atau mungkin diriku mengatakannya. Dan lucunya aku menjawab enteng saja menurut pendapatku,masalah benar atau tidak toh buatku tidak penting juga.Aku juga tak mengerti kenap aku ditanyakan akan hal tersebut. Dan aku menjawab,"kalau aku tidak percaya dengan istilah nasib,kalau menurutku hanya ada takdir dan pilihan hidup dengan pengertian kalau takdir itu adalah ketentuan atau perjanjian yg memang sudah ditentukan dari awal "perjanjian" itu. Sempat ada perdebatan sedikit yang menurutku tidak penting karena ini hanya masalah konsep dan sudut pandang saja, dan setiap orang terkadang mempunyai pemikiran yang berbeda. Dan sah - saja bukan?

Kalau akhirnya aku menuliskannya,karena aku memang ingin menuliskan saja. Aku tersenyum ketika saat itu kami berdebat tentang kata - kata tersebut,walau pada intinya akhirnya kami mempunyai persamaan persepsi.

Sempat ada pertanyaan sedikit nyeleneh juga, karena ada pertanyaan tentang perceraian apakah menurutku itu takdir atau nasib? Aku tertawa ketika menjawabnya karena pertanyaan itu diajukan pada orang yang belum mengenal pernikahan apalagi perceraian! Dan aku menjawab kalau itu pilihan hidup bukan takdir dan aku tidak mengenal nasib.

Karena menurutku ketika ada nasib akan rancu dengan kata takdir dan hanya membuat kebingungan karena sebuah kata. Tapi sekali lagi ini pemikiranku.Kalau ada yang mempunyai pemikiran lain,silahkan saja. Takdir memang sudah dibuat dari awal sebelumnya dan mungkin juga hasil dari sebuah pilihan. Tak ada yang tahu akan hal tersebut atau mungkin kita yang tidak ingat saja he...xx

Tapi menurutku tidak usah juga diperdebatkan, tak ada yang diuntungkan atau dirugikan juga atau malah ada?