Saturday, 8 January 2022

Percaya...

Kadang kala, ada banyak hal dalam hidup kita yang tidak pasti kita ketahui dengan baik. Dan seringkali kita takut menghadapinya, karena semenjak kecil kita selalu diajari untuk tahu banyak hal. Dan ketika kita tidak tahu sesuatu atau tidak jelas,kita akan takut menghadapinya. Karena memang tidak ada yg tahu tentang hari esok.

Semesta dan hidup memang sengaja memberikan kejutan kehidupan untuk membuat sebuah warna dari kehidupan itu sendiri. Semesta memahami ada part dari kehidupan atau semesta sendiri yang tidak perlu diketahui manusia seluruhnya. Hanya bagian bagian penting dari kehidupan dan semestalah yang membuat kehidupan itu menarik yang perlu diketahui. Oleh karena itu manusia memiliki keinginan tahu dari sesuatu yang menarik bagi dirinya. Tapi semakin kita ingin tahu sesuatu hal semakin banyak hal yang akan muncul untuk tidak kita ketahui, karena itu memang menariknya sebuah kehidupan atau semesta itu sendiri. Karena ketika tidak ada lagi hal yang menarik untuk manusia eksplorasi , ya sudahlah kehidupan itu selesai dalam pencariannya. Jadi memang kita sendiri yang menentukan pencarian itu sendiri.

Terkadang pencarian itu menarik ketika semuanya sedang kita kerjakan, ketika kita mengetahui sesuatu entah saat ini atau mungkin esok hari, tidak ada lagi pencarian itu bukan?

Jadi apa yang akan kita cari lagi???

Percaya adalah hal yang paling penting dari semua hal dalam kehidupan kita. Aku masih ingat ketika seorang temanku pernah mengungkapkan satu ungkapan bahwa ada seribu cara untuk percaya dan ada seribu cara untuk tidak percaya. Kemudian apa yang dia maksud?satu hal yang aku pahami adalah ada pilihan dari kata kata tersebut, jadi intinya adalah apakah kita memilih untuk percaya atau tidak, karena semua cara bisa dilakukan oleh manusia untuk dilakukannya. Jadi semua masalah pilihan...

Tidak mudah untuk membuat sebuah pilihan, karena semua akan bersumber dari percaya. Menaruh sebuah kepercayaan pada sesuatu hal yang bisa jadi tidak kita pahami atau mengerti adalah sebuah gambling bukan? Tapi terkadang semesta atau hidup itu sendiri ingin kita membuat pilihannya sendiri, apa yg mau kita pilih, karena kita tahu apa konsekuensi dari setiap pilihan yang kita ambil. Pertanyaannya adalah siapkah kita untuk percaya apapun??

Monday, 20 December 2021

Hukum Daya Tarik...

Semua berawal dari meditasi, dan sumber semua itu adalah kesadaran. Dan akhirmya ketika kita memiliki kesadaran akan sesuatu kita akan memahami sesuatu tersebut.

Sampai akhirnya saya menyadari sesuatu ternyata butuh waktu atau apalah sebutannya. Lucu aja ketika kita akhirnya menyadari sesuatu tersebut dan memahami sesuatu itu ternyata semudah itu, tertawa aja sih pas sadar ha...xx

Dan semua yang ada dalam kehidupan ini berasal dari sebuah energi yang energi itu terhubung satu dengan lainnya. Karena keterhubungan itulah yang memungkin semua hal dalam kehidupan kita hidup. Hidup dalam artian terkomunikasikan. Dan keterhubungan itu yang akan saling tarik menarik untuk bisa menjadi sebuah komunikasi. Tidak semua hal bisa terkomunikasikan atau terhubung,karena ini semua terkait daya tarik. Dan sesuai dengan hukum ketertarikan, hanyalah dua hal yang memiliki kesamaan yang akan saling tarik menarik. Maksudnya ketika ada dua hal yang bisa saling menarik itu yang akan terjadi,misalnya ketika frekuensi seseorang memiliki kesamaan gelombang hal itulah yang akan bisa dipahami oleh semua yang berada dalam frekuensi atau gelombang yang sama. Sesimple itu pemahamannya.

Dan sumber semua hal itu adalah diri kita sendiri. Kita yang menentukan kita akan berada digelombang mana,karena gelombang atau fekuensi itu yang akan membuat kita atau mahluk lainnya mengerti apa yg kita inginkan atau lakukan. Jadi kita sendirilah yang menentukan apa dan siapa yang akan kita koneksikan dengan diri kita sendiri, dan siapa atau hal apa yang akan bisa memahami diri kita atau sebaliknya.

Saya memahami ketika diri saya bisa paham bahwa sumber segala hal adalah diri kita sendiri. Dan ketika kita bisa paham bahwa tidak ada diluar diri kita yang bisa mempengaruhi tentang apapun baik keyakinan atau belief bahkan pemikiran kita sendiri tentang sesuatu kecuali diri kita sendiri.

Diri kitalah yang sebenarnya menarik orang - orang yang ingin kita tarik,misalnya ketika kita takut akan sesuatu, ketakutan kitalah yang menarik orang yg sama dengan diri kita sebagai cermin diri yang bila kita pahami,itulah bagian dari pembelajaran hidup kita. Ketika kita sudah melihat cermin diri kita dan memahaminya dan akhirnya kita paham tentang cermin diri kita tersebut, cermin itu tidak akan menarik hal yang sama. Karena cermin itu akan berganti lagi sesuai dengan kondisi kita dan apa yang ingin kita ketahui, sampai ketika benar benar memahaminya dan tidak akan ada attraction akan sesuatu itu berulang. Ketika pembelajaran selesai,semua selesai untuk hal tersebut. Dan memahami sesuatu tidak hanya "ya,saya tahu...,". Tapi lebih dari itu,bahwasanya hukum tarik menarik akan berlaku dalam kehidupan yang memang membutuhkan energi untuk menghidupkannya.

Wednesday, 27 October 2021

Penerimaan....

Hal ini berawal dari cerita teman saya tentang perasaan kehilangannya. Dia beberapa waktu yang lalu,mengalami kejadian kehilangan anaknya dalam kondisi yang cukup tragis. Bukan kejadian kehilangannya yg ingin saya ceritakan, tapi bagaimana reaksi kita terhadap sebuah kondisi. Bukan saya bermaksud melakukan judgement, tapi sekedar menunjukkan bahwasanya manusia adalah manusia. Karena saya pun pernah mengalami perasaan kehilangan dan setiap manusia sudah pasti pernah mengalami kondisi kehilangan ini,walau mungkin berbeda kondisi setiap orangnya. 

Tidak ada yang sama persis tentang bagaimana perasaan kehilangan itu dirasakan setiap orang. Beberapa kali teman saya saat bercerita menunjukkan reaksi perasaannya dan menggambarkan bahwa kesedihannya menunjukkan apa yang dirasakannnya. Dan seringkali dia mempertanyakan dan berandai andai bagaimana reaksi orang lain jika berada dalam posisinya. Dan beberapa kali saya mencoba berpendapat bahwa semua orang yang mengalami perasaan kehilangan, pada dasarnya sama. Tidak ada  yang membedakan disebabkan oleh karena tingkatan kehilangan orang tersebut. Semua hanyalah masalah reaksi terhadap perasaan. Karena setiap perasaan adalah sama, sedih ya sedih, bahagia ya bahagia, tidak ada yang sedih vs tll sedih atau gembira vs tll gembira. Karena apapun kondisinya perasaan ya tetap perasaan. 

Saya sampaikan hal tersebut saat teman saya mencoba menjelaskan bahwa kesedihannya adalah wajar, dan memang tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Yang menjadi masalah adalah bila reaksi yang dia pilih untuk larut terlalu lama dengan pembenarannya, bisa jadi hal itu yang merugikan kita sendiri. Dalam artian bahwa perasaan sedih, gembira, kehilangan,kecewa
hanyalah sebuah hal yang akan selalu datang dan pergi sebagai bagian dari kemanusiaan seseorang.

Jadi kita sepertinya tidak berhak untuk membuat penilaian terhadap apa yang dirasakan seseorang atau membandingkannya. Karena perasaan sedih ya sedih saja,kehilangan ya kehilangan saja atau perasaan lainnya. Dengan asumsi bahwa kondisi satu dengan lainnya berbeda, rasanya kondisi apapun ya sama saja hanya reaksinya yang berbeda. Hmmm....susah menjelaskannya ternyata, satu kata yang bisa saya pahami, menerima apa yang memang harus kita terima tanpa menilai dan membandingkannya.


Penilaian...

Pertama kali memahami kata ini, butuh proses. Memahami kata ini butuh drama kehidupan, baik melalui orang lain bahkan diri kita sendiri. Kita diberikan otak yang mempunyai kemampuan analisa yang luar biasa dan memang dibutuhkan untuk beberapa hal.

Oleh karena itu,manusia sering kali melakukan penilaian sebagi hasil kerja otak, dalam proses bertahan hidup seorang manusia. Pada dasarnya,penilaian dilakukan otak untuk memastikan bahwa apa yg ada bukanlah hal yg membahayakan, dalam artian sebagai bagian mekanisme pertahanan diri seorang manusia terhadap hal yg tidak diketahuinya. Sebagai bentuk pengatur rasa aman seorang manusia. Misal ketika kita makan sesuatu yg belum pernah kita makan, atau kita pergi ke suatu tempat, atau bertemu dengan orang yg tidak kita kenal, atau hal lainnya yang tidak kita ketahui, otaklah yang akan bekerja menganalisa hal tsb dan memastikan bahwa hal tsb sesuatu yang baik, benar, aman atau bukan hal yang harus ditakuti.

Otak kita secara mudah melalui visual, audio bahkan semua indera kita berfungsi untuk melakukan penilaian. Hal ini dibutuhkan otak dalam bekerja utk merespon sesuatu. Tanpa proses tersebut, betapa sulitnya seorang manusia utk membedakan sesuatu hal dengan hal lainnya. Tapi ada kalanya penilaian itu, tidak selalu bermanfaat bagi kondisi manusia itu sendiri. Karena tidak ada penilaian yg merupakan hasil mutlak.

Dan sebuah kebijaksanaan dibutuhkan saat otak bekerja untuk menilai sesuatu. Seringkali penilaian tidak dibutuhkan oleh kehidupan itu sendiri. Dia ada, kadangkala hanya muncul karena ego diri dan rasa takut.

Hidup selalu memiliki hal diluar prediksi..

Friday, 1 October 2021

Manipulatif...

ma·ni·pu·la·si n 1 tindakan untuk mengerjakan sesuatu dengan tangan atau alat-alat mekanis secara terampil; 2 ki upaya kelompok atau perseorangan untuk memengaruhi perilaku, sikap, dan pendapat orang lain tanpa orang itu menyadarinya; 3 ki penggelapan; penyelewengan: -- uang proyek di instansi itu telah diperiksa oleh Bepeka;
-- psikologis usaha memengaruhi individu dengan mengendalikan segala keinginan dan gagasan yang ada di bawah sadar, juga menggunakan sugesti. Ini adalah definisi manipulatif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dan manipulatif merupakan kata sifat.

Jadi secara harafiah manipulatif adalah sebuah tindakan yang dilakukan dengan usaha mendapatkan sebuah tujuan yang harus dicapai.

Ada beberapa konotasi negatif terkait kata manipulatif ini, karena manipulatif secara langsung dilakukan untuk memenuhi keinginan sang pelaku manipulatif tersebut demi tujuan yg ingin dicapai. Sebenarnya untuk goals yg ingin dicapai dari sebuah tindakan manipulatif, bukanlah sebuah masalah bila dilakukan tanpa dampak yang negatif. Yang menjadi masalah adalah tindakan manipulatif akan di benarkan walaupun salah secara nilai atau norma yang berlaku. 

Lepas dari apakah tindakan manipulatif dibenarkan atau tidak, alangkah bijak jika perilaku manipulatif tidak merugikan kepentingan lain atau orang lain.

Thursday, 23 September 2021

Kebutuhan...

Setiap manusia mempunyai kebutuhan dasar hidupnya masing-masing. Entah kebutuhan pangan,sandang,papan sebagai kebutuhan seorang manusia. Dan kebutuhan ini akan selalu ada selama siklus manusia ada. Keberadaan kebutuhan manusia ini pula, yang menjadikan manusia satu terkoneksi satu sama lain yang mempunyai kebutuhan yang sama.

Koneksivitas inilah yang membuat manusia berinteraksi dan berkomunikasi untuk mendapatkan kepuasan dari kebutuhan yang dibutuhkannya. Ketika kebutuhan manusia satu dan lainnya tidak sama, secara otomatis koneksi itu tidak terjadi. Tidak akan terjadi hubungan apapun ketika kebutuhan 2 orang berbeda.Misal saya butuh teman untuk bercerita ketika teman saya tidak bisa mendengarkan, pastinya tidak akan bisa komunikasi itu terjadi karena kebutuhan 2 orang yg berbeda. Ini hanya salah satu contoh yg mudah dipahami. 

Kebutuhan menjadi komponen yang penting dalam melandasi komunikasi antar manusia. Sama seperti ada penjual pasti yang dibutuhkan adalah pembeli, ketika 2 hal itu tidak ada pastinya tidak akan ada hubungan jual beli yang akan terjadi bukan? 

Akan ada banyak kebutuhan yang dimiliki oleh manusia dan kebutuhan itu akan berbeda satu sama lain dalam satu waktu, semua tergantung apa yang dibutuhkannya saat itu.

Saturday, 18 September 2021

Hubungan...

Buat seorang wanita termasuk saya sendiri, ada semacam ketakutan pada sebuah hubungan lawan jenis. Makanya kenapa wanita itu tampak rumit dimata para pria. Rumitnya kami mungkin karena akan ada drama yang biasa dilakukan para wanita. Tapi bukan sayalah pastinya,saya bukan penyuka drama soalnya ha....xx

Sebuah hubungan selalu dilakukan lebih dari 1 orang, karena hubungan membutuhkan interaksi dan komunikasi. Dan dua hal tersebut tidak mungkin dilakukan seorang diri, karena butuh respon atau mungkin reaksi dari sebuah hubungan. Rasanya aneh aja kalau ada sebuah hubungan tanpa reaksi atau respon sepertinya. Seperti rasa masakan hambar tanpa ada rasa apapun, entah manis,asam, pahit dsb. Jadi paling tidak 2 orang akan terlibat atau bisa jadi lebih, tergantung tujuan hubungannya dan kebutuhannya, intimitas atau bukan.

Dari beberapa pengalaman saya pribadi dan relasi saya, ada beberapa hal yang saya bisa pahami tentang sebuah hubungan, selain butuh personalnya. Ada hal lain yg dibutuhkan dalam membangun sebuah hubungan. Kebutuhan dan niat masing2 personal atau individu dalam membangun hubungan itu, entah hubungan pekerjaan, pertemanan, atau lebih intim lagi pasangan hidup. Semua hubungan tersebut pada intinya membutuhkan hal yang sama, yaitu soliditas. Saya memiliki hubungan pertemanan dengan usia pertemanan yg cukup lama dengan beberapa teman dekat saya, dan kami masih bisa menciptakan hubungan yang cukup solid hingga saat ini, komunikasi kami cukup baik walau mungkin intensitas pertemuan kami kurang.

Dan bila lebih intim lagi, saya bukan tipikal yang gampang lepas atau gampang dekat ha...xx 

Sebuah hubungan membutuhkan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak, tanpa itu semua sebuah hubungan apapun akan sulit dibangun dan bertahan lama. Karena membangun sebuah hubungan yang kuat membutuhkan banyak komponen yang mendasarinya. Layaknya saya membangun sebuah rumah, saya harus menyiapkan langkah langkah sebelum bangunan itu berdiri bukan? Saya harus mempunyai ide atau impian apa tentang rumah yang akan saya bangun terlebih dahulu, tanpa itu semua mustahil sebuah rumah akan bisa mempunyai rupa yang seperti kita inginkan.

Dan yang paling penting adalah pemilik rumah itu harus dua orang yang kuat,karena untuk membangun rumah butuh biaya dan perencanaan yang cukup baik sehingga semua bisa berdiri dengan baik. Ibarat hubungan dengan rumah. Pondasi rumahlah yang menentukan kelayakan sebuah rumah bertahan dan design bangunan membantu sebuah bangunan bisa menyesuaikan dengan cuaca dan kondisi. Hampir sama dengan membangun sebuah hubungan. Jadi bohong kalau hubungan itu atas dasar kelemahan yang saling melengkapi. Karena dasarnya adalah kekuatan, karena kekuatan masing2lah yang akan menambah kekuatan sebuah hubungan atau bangunan. Susah menjelaskan sesuatu hal tanpa memahami apa esensi hal tersebut.

Jadi sebuah hubungan sangat membutuhkan dua orang yang solid dan kuat untuk sama2 berusaha menciptakan bangunan atau hubungan jangka panjang yang solid pula.