Monday, 8 April 2019

Pengendalian diri

Ini satu hal yang sampai saat ini adalah proses pembelajaranku yang belum bisa aku selesaikan dengan baik. Kenapa?
Karena realitanya manusia terdiri dari komponen jiwa dan tubuh, dan dua hal tersebut mempunyai kepentingannya masing - masing.

Setiap komponen tersebut memiliki hal yang dibutuhkan untuk perkembangannya. Tetapi ada komponen yang akan hilang seiring dengan waktu dan ada komponen yang tidak terikat oleh waktu. Kita semua diberikan hal tersebut dan pertanyaannya adalah kenapa?

Tidak harus pertanyaan itu selalu bisa dijawab karena ada pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban, dia ada ya karena kita yang berpikir dia ada, dan kalau belum terjawab,biarkan saja paling kita yang bingung ha...xx

Pengendalian diri diperlukan karena tanpa hal tersebut diri kita yang dalam beberapa komponen tersebut akan bingung mana yang harus kita ambil dan jalani, karena masing masing dikendalikan oleh dua hal yang berbeda. Komponen tubuh fisik memiliki otak yang mengendalikan semua sesuai dengan format yang sudah ditentukan, komponen jiwa memiliki suara hati yang juga mengendalikan apa yang memang harus dikendalikan. Dan kemudian apakah kita menjadi bingung dengan keberadaan dua hal tersebut?

Itulah hebatnya sang pencipta kita, dua hal tersebut hadir dengan fungsinya masing2. Karena masing - masing dibutuhkan sesuai dengan keberadaan dan kebutuhannya. Dibutuhkan pengalaman dan keterbukaan diri saat kita belajar menentukan mana yang dibutuhkan pada saatnya. Saat orang butuh makanan fisik dia akan menerima makanan yang dibutuhkannnya demikian pula dengan jiwa disaat dia membutuhkan untuk perkembangannya, dia akan menerima apa yang dibutuhkannya.

Hidup bukanlah hanya dari sebuah roti, kalau aku boleh memberi sebuah kiasan yang diambil dari kepercayaan kristiani. Karena saat kita masih berkutat dengan rasa lapar dan haus kita baru bisa memberi apa yang menjadi hak tubuh fisik yang fana, tapi ada hal yang tak terikat oleh waktu yang membutuhkan lebih dari sebuah roti.

Keinginan...

Setiap manusia pasti mempunyai keinginan atau harapan bahkan mimpi sekalipun. Manusia memang diberikan hal tersebut oleh pemilik kehidupan agar kita bisa dengan semangat menjalani apa yang harus dijalaninya.

Tapi kadangkala tidak semua keinginan itu akan dipenuhi atau terwujud karena ada keinginan yang bukan seharusnya kita miliki atau bagian dari kehidupan kita, yang bisa jadi hanya sebuah ilusi,tapi ada keinginan yang memang adalah bagian dari kehidupan kita. Bingung kan? Saya juga tidak mengerti kok ha...xx

Karena tidak semua keinginan atau mimpi serta harapan itu berarti bagi kehidupan kita. Pemilik kehidupan sepertinya lebih paham mana yang bisa memberikan kita sebuah pelajaran dan memang dibutuhkan oleh diri dan kehidupan kita. Kita hanya diberi apa yang memang dibutuhkan dan diperlukan untuk keberadaan kita dan sebuah kehidupan sehingga kita mengerti dan benar bisa menghargai apa itu sebuah kehidupan. Setiap orang diberi kebebasan untuk memilih harapan dan keinginan sesuai passion kita,tapi jangan berharap terlalu berlebih tentang sesuatu, jalani saja apa yang memang harus kita jalani.

Dan percayalah bahwa apa yang memang harus kita miliki dalam sebuah kehidupan kita masing masing sudah diatur dan tak akan pernah salah diberikan kepada kita pada saatnya.

Yang mungkin harus kita siapkan adalah kesiapan diri untuk siap menerima saat hal tersebut diberikan dalam kehidupan kita.

Karena saat diri kita belum siap menerima apa yang seharusnya, hal tersebut bisa jadi tidak berarti dan sia - sia. Kehidupan selalu ingin dianggap dalam arti keberadaannya akan selalu memberi nilai, entah nilai yang seperti apa, dia akan selalu menuntun kita menemukan apa sebenarnya diri kita.

Buka hati dan temukan apa yang memang diberikan untuk siapapun yang siap menerimanya.

Manusia....

Terkadang tanpa sadar kita merasa bahwa orang disekitar kita adalah orang yang selalu kita harus jaga. Mungkin diriku yang merasa seperti itu, rasa sayang, rasa memiliki, dan rasa takut kehilangan adalah akar semua hal tersebut.

Kenapa akar masalah tersebut??

Aku hanya mencoba melihat hal tersebut dan belajar memahami saat ini. Dahulu aku seringkali protes pada ayahku yang menurut kami terlebih aku terlalu over protektif,beliau akan selalu bertanya tentang keberadaan kami dimanapun terlebih ketika beliau tahu kami sedang bepergian. Beliau akan selalu bertanya,"sudah sampai belum?atau sudah sampai mana?".

Pertanyaan tersebut selalu ditanyakan dan akhirnya aku bertanya kepada beliau,kenapa selalu menanyakan hal tersebut? Beliau hanya menjawab,"kalau tahu posisi kalian sudah sampe atau denger suara kalian ditelpon berarti kalian baik - baik saja jadi tenang karena kalian aman." Dan semenjak saat itu aku membiasakan diri jika bepergian aku akan selalu menginformasikan keberadaanku jika sudah sampai dan bila aku berada dalam tempat yg kemungkinan tidak bisa dijangkau oleh sinyal,aku akan memberi info sebelumnya jika aku tidak bs dihubungi karena sinyal yg tidak terjangkau bukan karena apapun. Dan aku akan mencoba menghubungi kemudian untuk memastikan kondisi kami baik - baik saja. Dan itu berlaku akhirnya pada adikku dan menjadi kebiasaan kami untuk memberi info jika sudah sampai walau kadangkala lupa,tapi pasti kami infokan agar keluarga tahu dan tenang.

Tapi segala sesuatu kalau terlalu berlebihan memang tidak baik. Kadang kala kita tidak sadar bahwa kita melakukan sesuatu dengan berlebih terlebih jika kita menyayangi atau mengasihi orang tersebut. Dan hal ini yang selalu aku takutkan jika aku mulai merasa sayang, perasaan dan perhatian yang diberikan seringkali sedikit berlebih dan aku lebih senang jika aku berlebih aku diingatkan langsung, dan aku juga melakukan hal yang sama jika orang yang menyayangiku melakukan hal tersebut seperti ayahku bila terlalu berlebihan aku akan komplain ha...xx tapi dengan kata - kata yang pastinya bisa dimengerti dan maksud atau niat baik. Yang jelas adalah niatnya...

Thursday, 8 November 2018

Rasa Takut...

Entah seperti apa sebenarnya perasaan itu bentuknya.Karena terlalu sulit untuk bisa mengartikan sebuah perasaan, karena ia mempunyai berbagai macam bentuk atau wujudnya. Tergantung bagaimana kondisi si pemilik perasaan itu sendiri saat itu. Perasaan terkadang membuat bingung pemiliknya jika sang pemilik perasaan begitu terikat dengan hanya salah satu perasaan saja. Karena pada kenyataan perasaan bisa berubah sesuai dengan kondisi yang terjadi dan bila sang pemilik perasaan terlalu kuat dengan salah satu perasaan saja, sepertinya sang pemilik akan terbelenggu dengan reaksi perasaan terlalu lama. Misal bila sang pemilik sedang bahagia dan ia berusaha mengikat perasaan itu terlalu lama, bukankah mungkin yg seharusnya muncul perasaan lainnya, jadi karena menyenangkan sang pemilik berusaha menciptakan kondisi yang mirip dengan perasaan yg disukainya agar ia tetap merasakan sensasi perasaan tersebut, bisa jadi perasaan tersebut hanya semu belaka karena berusaha diciptakan oleh sang pemiliknya,bukan yg seharusnya muncul?

Terkadang kita tidak selalu bisa jujur dengan perasaan kita sendiri, bahkan mungkin tidak berani mengungkapkan perasaan tersebut. Ada banyak ketakutan yang diciptakan oleh diri kita karena ada banyak hal yg tidak kita ketahui pasti apa yang akan terjadi bila...

Padahal itu semua hanya ketakutan saja. Seperti diriku yang tampak seperti berani dalam beberapa hal tapi kenyataannya banyak hal yang aku takuti,seperti aku takut air, takut ketinggian dan banyak hal yang aku takuti. Tapi perlahan aku mulai beradaptasi dengan rasa takutku, aku mencoba pelan pelan keluar dari rasa takutku. Rasa takut yang selama ini terlalu mengikatku dengan sebuah tameng rasa aman.

Rasa takut yang selalu membayang bayangi diriku yang sebenarnya. Tugasku untuk keluar dari bayang bayang semu rasa aman atau apalah itu namanya....

Monday, 21 May 2018

Luka Batin

Tanpa sadar kita mempunyai luka batin yg mungkin tersimpan didalam diri kita masing-masing. Bahkan didalam hati kita, dan yang menjadi permasalahannya adalah hati kita adalah kunci dari segala hal yang tanpa sadar mempengaruhi kita nantinya.Aku jadi teringat ketika aku mencoba mengikuti sebuah therapi yg diberi nama regresi, konselor therapi sebelumnya memberikan banyak informasi kepadaku tentang hal tersebut. Dan terkadang penjelasan tidak banyak membantu tapi bisa membuat kita mengerti sedikit, entah dikemudian hari tanpa penjelasan awal mungkin kita akan sedikit bingung.

Kembali ke luka batin,bahwasanya tak ada satu manusiapun yang tak pernah terluka atau mempunyai luka batin.Karena mungkin itu hakekat manusia pada akhirnya. Dan luka batin tidak hanya tidak hanya memberi efek yg seringkali membuat pemiliknya memiliki bekas, yg ada kalanya bekas tersebut bisa hilang bahkan menimbulkan parut yg mgkn semua orang bisa melihatnya?

Yang menjadi permasalahan adalah ketika luka itu membekas dan kita tak mau membuat bekas itu menghilang entah perlahan hilang atau secepatnya. Dan yang menjadi lebih berbahaya lagi adalah ketika luka itu menjadi sebuah dendam, ini yang paling aku takutkan.Kenapa sebuah dendam begitu membahayakan, terlebih orang yang membuat luka itu menjadi dendam. Karena manusia sepertinya diciptakan dengan paket bertahan hidup, karena pertahanan hidup manusialah yang membuat eksistensi manusia sampai sekarang masih ada.

Keberadaan manusia tetap ada karena setiap makhluk hidup memiliki kemampuan bertahan hidup demi kelangsungan diri mereka sendiri. Dan manusia salah satunya.

Dan manusia yang merasa tersakiti dengan luka batinnya dan memiliki dendam akan melakukan berbagai macam cara untuk selalu menjaga keberadaannya. Hal ini yang mungkin memberikan efek yang bisa terjadi diluar batas pemikiran orang kebanyakan dan bahkan tidak akan bisa dipahami oleh orang kebanyakan yang sudah didoktrin oleh norma dan nilai. Jadi ketika ada hal2 diluar nilai seharusnya orang akan mempunyai penilaian masing2 ha...xx

Agak gak nyambung deh tulisan ini..

Wednesday, 21 March 2018

Siklus Manusia...

9Setiap manusia mempunyai siklus kehidupan yang hampir sama, hanya peran setiap manusia yang berbeda, tergantung dari pilihan yang dibuatnya.

Siklus manusia dimulai dari saat manusia memilih lahir kedunia dengan berbagai macam pilihan yang telah dibuatnya. Mulai dari terlahir dari bayi kecil yang tak ingat apapun sampai bagaimana dia belajar menjadi besar hingga dewasa dan menjadi manusia yang sesuai dengan pilihan awalnya, semesta hanya mengarahkan setiap manusia kepada tujuan awal penciptaannya. Oleh karena itu kenapa setiap manusia disaat saat tertentu mereka selalu bertanya kenapa mereka ada dan untuk apa kita ada di dunia ini? Semua ini akan muncul pada saat manusia siap menemukan tujuan awal penciptaannya.Ketika dia belum siap,kita tak akan bisa bertanya apapun karena semua memang ada saatnya,dan ketika kita memaksakan satu hal pada saat yang belum tiba waktunya,mungkin hasilnya tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan sebenarnya.

Jadi memang semua ada waktunya sampai anda atau saya siap menerima apapun, ketika anda belajar menunggu sesuatu, percayalah bahwa memang semua dipersiapkan sampai anda pantas menerimanya. Berlian tidak akan diberikan pada orang yang tidak bisa menjaga atau merawatnya, siapkan diri kita untuk pantas menerimanya.Karena setiap orang akan menerima sepadan dengan kemampuan penerimaannya, ketika kita memang saat ini baru pantas menerima perak atau perunggu ya mungkin itu yang sepadan saat ini, jangan pernah memaksa menerima emas atau berlian. Ketika anda memaksa menerima berlian ketika anda belum siap,kita hanya mungkin akan merusak berlian tersebut atau malah mungkin menghancurkannya hingga tidak berarti dan tidak ada nilainya.

Emas atau berlian bagi setiap orang akan berbeda nilainya,karena setiap orang mungkin memberi penilaian yang berbeda untuk mengartikan berlian dalam hidupnya tergantung dari manusia itu sendiri. Jadi jangan pernah mengartikan berlian dalam nilai arti yang sebenarnya,karena mungkin bukan berliannya yang dicari beberapa orang.

Karena berlian setiap orang pasti berbeda,carilah berlian anda sendiri yang sesuai dengan diri anda sendiri.

Saturday, 17 March 2018

My lovely orangtuaku...

Banyak hal yang tak pernah habis aku ceritakan tentang kedua orangtuaku yang luar biasa. Merekalah yang luar biasa mendidik kami dan menjadikan kami manusia yang sekiranya mempunyai manfaat atas kehadiran kami di dunia ini. Walau diusia senja ada satu kebahagiaan yang belum bisa kami berikan saat ini,semoga kami bisa memberikannya kepada mereka berdua kalau itu yg bisa menjadi balas budi atas kebaikan mereka karena memberikan segalanya pada kami semua...

Aku pernah menuliskan cerita tentang beliau berdua di blog ini juga. Saat ini aku hanya ingin bercerita tentang bagaimana ketika orangtua kita bertambah usia,saatnya kita sebagai anaklah yang menjaga mereka layaknya kita saat kecil,belajar sabar seperti saat mereka membesarkan kita saat dulu kita masih kecil,kondisi ini memang seperti teori bahwa ketika manusia bertambah tua semua kembali seperti anak kecil. Mereka yang menjadi lebih sensitif, terkadang ada yang mempunyai perasaan tidak berharga karena kemampuan orangtua akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia, ini berbanding terbalik saat muda. Dan psikologis saat inilah yang begitu penting bagi mereka, bagaimana caranya membuat mereka tetap berharga di mata mereka sendiri. Karena terkadang maksud baik kita belum tentu bisa diartikan baik bagi orangtua,karena bisa salah arti. Misal kita terkadang berpikir bahwa menjaga orangtua adalah melarang mereka melakukan aktifitas pekerjaan karena kondisi tubuh mereka kan sudah tidak muda lagi jd kadang rasa kasihan atau takut mereka sakit seringkali yg membuat kita melakukannya. Dan ternyata buat beberapa orangtua yang saat muda adalah orang yang enerjik dan gesit untuk tidak melakukan apapun itu seperti penyiksaan perlahan karena mungkin waktu jadi terasa terbuang begitu lama. Dan pengalamanku adalah hal tersebut membuat stres para orangtua yang dulunya enerjik, dan ketika stres muncul maka muncul beberapa keluhan yang dimanifestasikan oleh tubuh dengan reaksi yang ditimbulkannya,bisa banyak macamnya, karena tubuh responsif terhadap reaksi.

Dan disaat mereka bertambah tua dalam usia dan kemampuan fisik yang berkurang atau sakit. Saat inilah kita membalas budi mereka, dengan bergantian menjaga mereka seperti saat kita kecil mereka menjaga mereka. Ini adalah pendapatku,kl ada yg berpendapat lain buatku tidak masalah karena setiap orang punya keyakinan atau pendapat yang mungkin tidak sama.

Jadi membiarkan mereka melakukan apa yang mereka ingin lakukan adalah penting selama apa yang mereka lakukan masih bisa ditoleransi dan logis. Karena kunci kesehatan adalah "kebahagiaan" yg dirasakan oleh hati karena itu nyata hasilnya. Aku melihat bahwa hati yang bahagia adalah sumber kesehatan sejati.

Bahagia itu berasal dari diri sendiri bukan dari hal lainnya.

Ketika anda merasa tidak bahagia bertanyalah pada diri sendiri,apa yg sebenarnya anda cari?